AS Bekukan Dana Rp14,3 T Transaksi ke Bank Sentral Myanmar

Ilustrasi demonstrasi Myanmar. (REUTERS/STRINGER/CNN Indonesia)

NewMalangPos– Pejabat keuangan Amerika Serikat (AS) membekukan dana sebesar US$1 miliar, setara Rp14,3 triliun (mengacu kurs Rp14.300 per dolar AS). Dana tersebut hampir ditransfer dari Federal Reserve Bank of New York ke rekening Bank Sentral Myanmar atas upaya junta militer Myanmar.

Seperti diberitakan CNN Indonesia yang dilansir Reuters, Sabtu (6/3), permintaan transaksi tersebut terjadi pada Kamis (4/2) lalu, tepat tiga hari setelah junta militer Myanmar berhasil merebut kekuasaan pada Senin (1/2). Namun, otoritas keuangan AS segera membekukan dana tersebut sehingga dana itu belum berpindah ke Myanmar.

Baca Juga :  Iran Minta Joe Biden Cabut Sanksi Donald Trump 'Tanpa Syarat'

Dana tersebut akan terus dibekukan tanpa batas waktu, sampai ada perintah eksekutif yang dikeluarkan oleh Presiden Joe Biden membuka pemblokiran. Informasi tersebut disampaikan oleh tiga orang sumber Reuters yang tidak diungkap identitasnya.

Juru bicara Fed New York menolak berkomentar tentang informasi pemegang rekening. Senada, Departemen Keuangan AS juga menolak berkomentar. Sementara itu, juru bicara pemerintah militer Myanmar tidak menjawab panggilan telepon berulang kali untuk meminta komentar.

Reuters juga tidak dapat menghubungi pejabat di bank sentral. Upaya penarikan dana tersebut, dilakukan setelah junta militer melantik gubernur bank sentral baru.

Baca Juga :  Biden Kembali Danai Badan Pengungsi Palestina, PBB Sambut Baik

Pada 10 Februari, Biden mengatakan AS mengambil langkah untuk Pernyataan itu disampaikan Biden berbarengan dengan perintah eksekutif baru yang membuka jalan bagi sanksi terhadap para jenderal dan bisnis mereka.

Namun, pejabat AS tidak menjelaskan pernyataan tersebut lebih lanjut. Tetapi perintah eksekutif yang dikeluarkan keesokan harinya secara khusus menyebutkan Bank Sentral Myanmar sebagai bagian dari pemerintah Myanmar. Perintah tersebut mengizinkan penyitaan aset pemerintah pasca kudeta Myanmar.

Dua sumber mengatakan kepada Reuters bahwa perintah eksekutif itu dirancang untuk memberi Fed New York otoritas hukum untuk memegang US$1 miliar yang merupakan cadangan Myanmar itu tanpa batas waktu.

Baca Juga :  Mantan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy Dituntut Hukuman 4 Tahun Tahanan

Saat ini, cadangan dana Bank Sentral Myanmar akan dikelola oleh bagian dari Fed New York, yang dikenal sebagai Bank Sentral dan Layanan Akun Internasional (CBIAS). Banyak bank sentral lain yang menyimpan cadangan dolar AS untuk tujuan seperti menyelesaikan transaksi.

 (ulf/DAL/cnni/nmp)