Arif Emosi Soal Reklame Pesawat di Forum Paripurna, Bongkar!

20
Ketua Pansus Ranperda Penyelenggaraan Reklame DPRD Kota Malang Arif Wahyudi meluapkan emosinya tentang polemik reklame di Monumen Pesawat di forum paripurna LKPJ Walikota Malang pagi ini.(RURI/NMP)

Malang, NewMalangPos – Anggota DPRD Kota Malang Arif Wahyudi meluapkan emosinya, Kamis (15/4) pagi di forum Sidang Paripurna DPRD Kota Malang. Ia meluapkan emosinya untuk menentang adanya reklame di Monumen Pesawat di kawasan Jl Soekarno-Hatta yang belakangan ramai dibahas.

Arif, yang juga Ketua Pansus Ranperda Penyelenggaraan Reklame DPRD Kota Malang ini menaikkan nada suaranya di akhir penyampaian Pendapat Akhir Fraksi PKB terhadap LKPJ Walikota Malang Tahun Anggaran 2020.

“Batalkan! Bongkar! Ga habis pikir saya. Mohon maaf saya emosi,” ungkap Arif dengan nada tinggi membuat seisi ruang sidang paripurna mendadak hening.

Ia menyampaikan pendapatnya sebagai anggota dewan terhadap polemik pemasangan reklame rokok di sekeliling monumen pesawat di Jl Soekarno-Hatta. Arif menganggap reklame tersebut tidak pantas berada di sana.

sengketa pesawat
Kondisi bagian bawah Monumen pesawat Mig 17 Fresco di Jalan Sukarno Hatta masih ditutup seiring adanya reklame salah satu produk rokok yang masih menempel (NMP-Ipunk Purwanto)

Politisi PKB ini menegaskan agar Pemkot Malang bertindak dengan tegas dan mendengarkan apa yang disampaikan warga Kota Malang.

“Saya sebagai warga Bumi Arema betul-betul terenyuh. Melihat monumen pesawat yang bersejarah itu tiba-tiba ada reklamenya. Pesawat itu punya sejarah besar bagi kemerdekaan bangsa dan negara. Saya gak ridho sebagai warga Bumi Arema,” tegas Arif.

Ia kembali meminta Pemkot Malang membatalkan seluruh bentuk aktivitas dan rekam jejak perizinan dan kerjasama dengan pihak ketiga mengenai pemasangan reklame rokok di monumen pesawat Soekarno-Hatta tersebut.

Arif pun mengakhiri pendapatnya dengan memohon maaf pada seluruh peserta forum paripurna atas nada tinggi yang dikeluarkannya, saat menyampaikan pendapatnya soal reklame tersebut.

Hingga pukul 10.30 WIB, forum paripurna dengan agenda Pendapat Akhir Fraksi terhadap LKPJ Walikota Malang TA 2020 masih berlangsung. (ica/ley)