Arema FC Jatuhkan Pilihan ke Arthur Cunha

aremania
Arema FC menjatuhkan pilihan pemain kepada Arthur Cunha karena kualitasnya sudah terbukti di Liga Indonesia.

MALANG, NewMalangPos – Arema FC sudah jera bereksperimen dengan stopper asing baru. Manajemen memilih opsi teraman dengan mendatangkan kembali Arthur Cunha, pemain asal Brasil yang pernah dua musim membela Arema FC dari 2017 – 2019.

Kualitas dan kemampuan sang pemain diakui manajemen dan tim pelatih masih diperlukan. Arema FC pun sedang menyiapkan offer letter untuk meminangnya kembali.

Dua musim bersama tim sebesar Arema FC menunjukkan betapa pentingnya Arthur di dalam skuat. Apalagi dengan satu kuota pemain asing yang diisi oleh dia, membuat pemain berpostur 186 sentimeter itu harus bermain di atas rata-rata pemain lokal.

Menurut asisten pelatih Arema FC Siswantoro, ada tiga aspek yang dimiliki Arthur hingga bisa bertahan selama dua musim di Arema FC. Aspek ini pula yang jadi pertimbangan, pemain berusia 31 tahun itu hendak dipulangkan.

“Dari segi fisik, dia masih bisa digunakan. Dari segi teknik sebagai pemain belakang, dia juga di atas rata-rata. Dari segi mental juga tidak perlu diragukan lagi, dia sudah mumpuni karena pernah bermain di Liga 1,” terang dia kepada New Malang Pos.

Baca Juga :  Caio dan Rafli Tersingkir

Arthur pernah dipertahankan dan dijadikan opsi utama oleh setidaknya tiga pelatih Arema FC, yaitu Milomir Seslija, Aji Santoso dan Milan Petrovic. Selama masa tersebut, Arema FC hanya sekali menggunakan jasa stopper asing, Jad Noureddine asal Lebanon di musim 2016/2017. Jad tidak tampil mengesankan, sehingga didepak dan membuat nama Arthur bercokol kokoh di palang pintu utama pertahanan Singo Edan.

Eksperimen Arema FC dengan stopper asing lain dimulai ketika ditangani pelatih baru Mario Gomez di musim 2020. Gomez tidak memasukkan nama Arthur di dalam skemanya, sekaligus meminjamkannya ke Persipura Jayapura. Sang pelatih lebih memilih Matias Malvino asal Uruguay. Walaupun Matias belum menjalani semusim penuh di Liga 1 karena kompetisi ditunda, dia dilepas begitu kontraknya berakhir di tahun yang sama.

Baca Juga :  Tujuh Bulan Absen karena Cedera Lutut, Kartika Ajie is Back

Siswantoro menyatakan, kepergian Arthur di musim tersebut bukan berarti kualitas sang pemain telah habis. Namun, hanya soal selera pelatih saat itu. “Itu wewenang dan selera pelatih saat itu. Serta tentunya berdasarkan pertimbangan dan cara pandang manajemen (meminjamkan ke Persipura),” kata dia.

Setelah Matias, giliran Caio Ruan yang didatangkan di bawah asuhan pelatih baru Carlos Oliveira pada September 2020. Berstatus sama dengan Matias yang belum pernah mencicip kompetisi di Indonesia, penampilan Caio tidak sesuai ekspektasi. Dia didepak dari skuat setelah Piala Menpora 2021 usai.

Alih-alih mencari stopper asing baru lagi, Arema FC menjatuhkan pilihan lagi ke Arthur Cunha. Ketidaksesuaian ekspektasi stopper asing sebelum-sebelumnya, membuat pilihan terhadap Arthur jadi keputusan yang mudah. “Tentunya kalau cari pemain baru selain Arthur, maka kemampuan fisik, teknik, dan mentalnya harus di atas dia,” ungkap Siswantoro.

Baca Juga :  Maksimalkan Kuota Pemain Asing

Kembalinya Arthur ke pangkuan Arema FC memang sedang terbuka lebar. Dia bermasalah dengan gaji bersama salah satu kub di Malta, Sliema Wanderers. Slot pemain asing juga sedang kosong. Selain itu, tim pelatih, manajemen, sampai direksi juga merasa perlu stopper asing. Sebagai bentuk keseriusan, General Manager Arema FC Ruddy Widodo juga sudah mengirimkan offer letter pada Senin (3/5) lalu.

Walaupun begitu, Arthur masih harus menandatangani tawaran tersebut dan terbang ke Indonesia begitu visanya sudah jadi. “Ya walaupun satu itu juga sudah pernah di Arema FC, tapi kan kami juga harus kirim kepastian buat dia ke Arema FC. Begitu offer ditandatangani, lalu dibalikkan ke klub, baru bisa kami apply visa,” ujarnya (abr/jon)