Apoteker Salah Gunakan Keahliannya Produksi Sabu di Kandang Ayam

Pelaku pembuat sabu, Gita, digelandang ke Mapolres Lumajang. (Foto: iNews.id/Cucuk Donartono).

LUMAJANG, NewMalangPos – Seorang apoteker di Lumajang ditangkap polisi karena memproduksi sabu. Pelaku bernama Gita merupakan warga Desa Wonogriyo, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang ini diamankan polisi dengan sejumlah barang bukti berupa abu setengah jadi serta beberapa bahan kimia sebagai bahan baku sabu.

Hasil penyelidikan polisi, pelaku sudah enam bulan memproduksi kristal haram tersebut. Pelaku memanfaatkan keahliannya sebagai apoteker untuk membuat sabu dan memproduksinya di kandang ayam belakang rumahnya. Bahan baku sabu ditemukan polisi di kandang ayam pelaku.

Baca Juga :  Bupati Magetan Izinkan Tempat Wisata Dibuka, Ini Syaratnya

Kasatreskoba Polres Lumajang, AKP Ernowo mengatakan, kasus produksi sabu ini terungkap dari laporan masyarakat. “Dari laporan masyarakat, kami kembangkan penyelidikan dan mengarah kepada tersangka Gita,” ujarnya dilansir dari iNews Jumat, (22/10).

Tersangka Gita, kata Ernowo tertangkap di rumah komplotannya yang diketahui bernama Roni warga Pulo, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang. Namun saat dilakukan penangkapan, Roni berhasil meloloskan diri.

Dari penangkapan itu, petugas melakukan pengembangan penyelidikan dan penggeledahan di rumah Gita. Seluruh rumah digeledah, dan ditemukan sejumlah bahan kimia serta ada racikan yang diduga sabu hasil produksi rumahan.

Baca Juga :  Dua Bulan Sikat 65 Kasus

Racikan kimia yang diduga sabu itu disembunyikan tersangka Gita di bekas kandang ayam. Selain itu, polisi juga menemukan berbagai bahan kimia yang diduga untuk memproduksi sabu, di antaranya alkohol, HCL, serta amoniak. Usai ditangkap dan diminta menunjukan sejumlah barang bukti di rumahnya, tersangka Gita langsung dibawa ke Polres Lumajang untuk dimitai keterangan.

“Saya mempelajari dan mengenal obat-obat ini, kurang lebih sekitar enam bulan saat bekerja di apotek,” ujar Gita di hadapan penyidik. (Ihya Ulumuddin/inews/mg9/mar/nmp)

artikel Pilihan