Anggaran BTT Tambah Rp 1,3 Miliar di PAK

BTT : BST bagi warga terdampak pandemi Covid-19 diambilkan dari anggaran BTT Kota Batu.

NEW MALANG POS, KOTA BATU – Eksekutif dan legislatif memproyeksikan tambahan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) dalam pembahasan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara Perubahan (PPASP) Tahun 2021. Tambahan anggaran untuk BTT diproyeksikan naik Rp 1,3 miliar.

“Untuk anggaran BTT sementara ini diproyeksikan bertambah Rp 1,3 miliar dalam PAK. Jumlah tersebut masih akan kami bahas kembali apakah masih perlu ditambah atau sebaliknya,” ujar wakil Wali Kota Batu, Ir. Punjul Santoso M.M kepada New Malang Pos, Senin (13/9).

Ia merinci untu BTT pada APBD murni tahun 2021 dianggarkan sebesar Rp 10,8 miliar. Karena penyerapannya hingga bulan Agustus cukup tinggi untuk penanganan pandemi Covid-19, Pemkot mencatat anggaran BTT tinggal sekitar Rp 400 juta. Sehingga dalam pembahasan KUPA PPAS Perubahan diproyeksikan sementara menjadi Rp 12,3 miliar.

Baca Juga :  Akhir Bulan Ini Inspektorat Putuskan Sanksi Kasus 3 Oknum ASN Ujaran Kebencian

“Untuk tambahan tetap akan diprioritaskan untuk penanganan pandemi. Mengingat pandemi hingga saat ini masih menjadi perhatian seluruh daerah. Baru bisa dikatakan bisa teratasi ketika statusnya sudah menjadi endemi,” bebernya.

Perlu diketahui, sejak Januari hingga Agustus, anggaran BTT telah terserap untuk kebutuhan BST senilai Rp 900 juta. Kemudian untuk pembangunan huntara terdampak longsor di Dusun Brau, Gunungsari senilai Rp 800 juta. Selanjutnya dialokasikan untuk penyaluran bantuan sosial hingga penanganan Covid-19.

BTT untuk penanganan Covid-19 selama PPKM Darurat diperuntukan untuk kebutuhan belanja tim pemulasaraan jenazah Covid-19 melalui Dinsos. Dengan menganggarkan sebesar Rp 757.500.000 untuk 75 lubang.

Baca Juga :  Dewan Usut Piutang BWR Rp 3 Miliar

Anggaran juga untuk persiapan perlengkapan, seperti peti pemulasaraan jenazah, kami turut menganggarkan sebanyak 75 set. Dengan anggaran persetnya Rp 2.650.000. Sehingga total anggaran 75 set sebesar Rp 198.750.000,” terangnya.

Penganggaran 75 peti jenazah sebesar Rp 150.000.000 dengan harga satuan Rp 2 juta. Berikutnya anggaran BTT juga terserap oleh Dinas Kesehatan Kota Batu, diperuntukan untuk penguatan 3T sebesar Rp 3,7 miliar. Selain itu BTT juga terserap oleh Satpol PP Kota Batu, diperuntukan untuk mobilitas selama PPKM sebesar Rp 295 juta.

Sementara itu, Anggota Komisi A DPRD Kota Batu, Ludi Tanarto menanggapi bahwa pihaknya akan menerima ajuan penambahan BTT dari eksekutif. Namun bersama Banggar, pihaknya akan melakukan pencermatan anggaran untuk penanganan Covid-19 apakah sudah tepat sasaran atau sebaliknya.

Baca Juga :  Sukses Dampingi OPD Hadapi Gugatan, Pemkot Batu Berikan Penghargaan ke Kejari

“Saat ini kami sudah menerima pengajuan untuk penambahan anggaran BTT. Tapi yang jelas nanti akan kami bahas bersama-sama dan melihat satu per satu ajuan program BTT di tiap OPD yang mangajukan. Kami akan cermati mana program yang tepat bisa kami terima, sebaliknya mana program yang dirasa tidak tepat bisa dicoret,” bebernya.

Bahkan pihaknya bila perlu akan menambah anggaran BTT jika memang sagat dibutuhkan dalam penanganan Covid-19. Dengan harapan penanganan bisa maksimal dan masyarakat hingga pelaku usaha bisa kembali beraktifitas yang berdampak pada pulihnya perekonomian di Kota Wisata Batu. (eri)

Pilihan Pembaca