Almeida Tunggu Kepastian Kompetisi

MENUNGGU: Eduardo Almeida masih harus menunggu kepastian kompetisi di Indonesia sebelum ke Arema FC.

MALANG – Bersepakatnya Arema FC dengan Eduardo Almeida menjadi kabar menyenangkan bagi Aremania. Misteri pelatih kepala baru terungkap setelah dua bulan lamanya posisi tersebut kosong.

Hanya saja, kabar menyenangkan ini bisa seketika menjadi kabar mengecewakan. Sebab, kesepakatan di antara kedua belah pihak masih bisa batal jika kondisinya memungkinkan.

Sebelumnya, General Manager Arema FC Ruddy Widodo sudah menyerahkan offering letter (surat penawaran) kepada Almeida pada Jumat (30/4) lalu. Ruddy mengakui Almeida juga sudah mendatangani tawaran tersebut. Namun, pelatih berkebangsaan Portugal itu pun masih harus menyelesaikan tahap akhir, yaitu penandatangan kontrak setibanya ia di Indonesia.

Ruddy menjelaskan bahwa offering letter berbeda dengan contract agreement (persetujuan kontrak). “Dia belum tanda tangan kontrak, tapi setidaknya offering letter kemarin itu menjelaskan isi dari nilai kontrak yang Arema FC tawarkan,” kata Ruddy.

Baca Juga :  Lima Ongis Kodew Menuju Timnas

Ruddy menjelaskan ada sejumlah poin yang disertakan dalam offering letter itu. Misalnya saja, besaran nilai kontrak, gaji per bulan, akomodasi transportasi dan tempat tinggal, bonus dan hukuman, serta ketentuan lain yang menyesuaikan dengan kondisi terkini. Tawaran tersebut bakal valid selama tidak ada keputusan izin tidak dikeluarkan.

Dengan demikian, kesepakatan hitam di atas putih antara kedua belah pihak masih mungkin batal. Hal ini bakal jadi kemungkinan terburuk.
“Kami kuatkan dikontrak, kalau tidak bagus ada punishment, kalau bagus ya ada reward, termasuk apabila izin tidak keluar, kompensasinya bisa sesuai UMR di daerah dia. Artinya, kontraknya batal, dapat pesangon sesuai dengan durasi kontrak,” tutur Ruddy.

Baca Juga :  Hilman Syah Bakal Batalkan Kiper Asing

Klausul itu dimasukkan sebagai upaya menyesuaikan dengan kondisi sepak bola Indonesia dan pandemi. Sampai sekarang saja, belum ada kepastian izin dikeluarkan. Padahal, PSSI telah menetapkan tanggal 3 Juli 2021 sebagai awal mula kompetisi bergulir. Belum lagi ada kemungkinan kompetisi bisa batal di tengah jalan.

Almeida sudah tidak asing dengan kondisi ini. Bulan Maret 2021 lalu, dia sebetulnya sudah mendapatkan pekerjaan di salah satu klub di Oman, Sohar FC. Namun, Omani Football Association (OFA) atau PSSI-nya Oman menyatakan melarang seluruh kegiatan sepak bola karena situasi pandemi pada tanggal 1 April 2021. OFA juga tidak menjanjikan kapan kompetisi bisa bergulir kembali.

Baca Juga :  Arema FC Sudah Kumpul Lagi, Tambah Sesi Sharing Setelah Latihan

Keputusan resmi OFA bak berita pahit bagi Almeida. Bagaimana tidak, empat hari (28/3) sebelum pengumuman itu, Almeida sudah mengungah pernyataan resmi bahwa dia menjadi pelatih Sohar FC di akun Instagram pribadinya.
Saat ini, pelatih berusia 43 tahun itu masih harus menunggu kondisi terbaru sepak bola Indonesia, sembari menyetujui tawaran yang diajukan Arema FC.

“Saya masih harus menunggu (kepastian kelanjutan kompetisi di Indonesia). Sama seperti waktu saya di Oman, saya harus melihat apa yang akan terjadi. Saya berharap liga bisa dimulai. Saya hanya harus percaya hal itu bisa terjadi,” ungkap Almeida kepada New Malang Pos. (abr/jon)