Akhirnya PN Malang Segera Eksekusi Ruko Sengketa Galunggung

27
new malang pos
Lardi

MALANG, NewMalangPos – Pengadilan Negeri (PN) Malang akhirnya melanjutkan proses eksekusi ruko di Jalan Galunggung Malang dan empat aset lain dari kasus sengketa antara almarhum Dr. Hardi Soetanto dan mantan istrinya, FM. Valentina.

Ini dilakukan setelah sempat menunda pelaksanaan eksekusi pengosongan milik klien Lardi, SH, advokat Surabaya. Penundaan ini sesuai penetapan Ketua PN Malang no.14/Pdt.Eks/2020/PN Mlg. Pengadilan sendiri melakukan rapat koordinasi bersama Lardi beserta Polresta Malang Kota.

Rencananya eksekusi ruko dan empat aset lainnya dilakukan pada 23 dan 24 maret. “Yang di eksekusi bukan hanya di Galunggung saja. Karena total ada lima aset di empat lokasi. Kami sangat mengapresiasi PN Malang untuk melanjutkan eksekusi ini,” ucap Lardi kepada wartawan.

Dia mengungkapkan, keputusan untuk melakukan eksekusi telah inkrah. Tdak ada pihak lain yang bisa melakukan intervensi menolak atau menunda eksekusi yang telah dimenangkan oleh kliennya melalui lelang. Dia berharap eksekusi aset dilakukan sesuai hasil rapat koordinasi bersama polisi.

“Walaupun sempat tertunda, kami juga memaklumi. Tapi dengan cepat menindaklanjuti dengan eksekusi. Ini adalah kinerjanya yang luar biasa dari kepala PN Malang. Kami berpedoman pada aturan hukum. Kewenangan eksekusi ada pada PN. Siapapun tidak berhak melakukan intervensi terhadap pelaksanaan eksekusi itu,” urai dia.

Sebelumnya, Lardi sebagai kuasa hukum mengadu ke Mahkamah Agung (MA) meminta perlindungan hukum serta kepastian hukum. MA melalui surat yang ditandatangani Panitera Ridwan Mansyur menanggapi pengaduan dengan meminta klarifikasi dan penjelasan Ketua PN Malang Nuruli Mahdilis. (mar)