84 Pekerja Migran Dikarantina

9
foto: Ruri.NMP

Keluarga Jemput Setelah Isolasi Tiga Hari

Malang, NewMalangPos – Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Malang Raya yang bekerja di berbagai negara wajib karantina setiba di Malang. Hingga Minggu (2/5) tadi malam, tercatat 84 pekerja imigran diisolasi di sejumlah tempat walau negatif Covid-19. (baca grafis)

Terbanyak asal Kabupaten Malang, jumlahnya 74 orang. 72 di antaranya menjalani karantina di Rusunawa ASN di Kepanjen. Sedangkan dua lainnya memilih isolasi mandiri di sebuah hotel di Kepanjen.  

74 PMI ini kembali ke Indonesia sejak 29-30 April 2021 lalu melalui Bandara Juanda. Mereka sudah menjalani karantina selama tiga hari di Asrama Haji Sukolilo.

Wakil Bupati Malang Drs Didik Gatot Subroto yang sore kemarin meninjau di tempat karantina para PMI mengatakan, mereka tiba di Malang dalam waktu yang berbeda. 25 orang datang siang kemarin. Selanjutnya 49 orang tiba menjelang magrib.

“Kami menyediakan safe house secara gratis. Para PMI yang menjalani karantina di sini mendapatkan makan dua kali yakni waktu sahur dan berbuka,’’ kata Didik.

Sementara PMI yang menjalani karantina di hotel, dikatakan Didik menggunakan biaya sendiri.

Selama menjalani karantina, mereka tak boleh keluar area karantina. “Dari Satgas Covid-19 akan melakukan penjagaan. Termasuk yang di hotel juga diawasi, agar mereka tidak keluar-keluar,’’ tambahnya.

74 orang PMI asal Kabupaten Malang ini akan menjalani karantina selama tiga hari. Sebelumnya sewaktu tiba di Bandara Juanda mereka negatif Covid-19. “Besok (hari ini) dilakukan Swab PCR yang disediakan gratis Pemkab Malang. Selasa (4/5) hasilnya bisa diketahui. Jika negatif, Rabu (5/5) lusa mereka bisa pulang,’’ tambahnya.

Namun jika hasilnya positif Rabu lusa maka tak boleh dipulangkan. Tapi harus menjalani perawatan lebih dulu, sampai betul-betul sembuh atau negatif Covid-19.  

Sementara di Kota Malang terdapat sembilan orang PMI menjalani karantina di safe house Jalan Kawi, kemarin. Dua di antaranya anak-anak. Mereka warga dengan KTP Kota Malang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang dr Husnul Muarif mengatakan sembilan PMI dijemput petugas Dinas Perhubungan di tempat karantina di Asrama Haji Sukolilo.  “Sesuai SOP yang sudah dikeluarkan Pemprov Jatim, di safe house selama tiga hari lalu nanti diperiksa Swab PCR,” jelasnya.

Setibanya di safe house, para PMI tersebut langsung disterilisasi dengan penyemprotan desinfektan pada barang bawaan. Kemudian diarahkan ke tempat karantina masing-masing. Sementara keluarga tidak diperkenankan menemui PMI selama masa karantina. “Jadi tunggu di rumah, nanti sampai hari ketiga pemeriksaan Swab PCR ada hasilnya (negatif, red) baru kita sampaikan ke keluarga untuk dijemput,” imbaunya.

Wali Kota Malang Drs H Sutiaji membuat ketentuan terkait kepulangan PMI. Yakni ketentuan  tentang Pencegahan Covid-19 bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan WNA. Surat yang diterbitkan 29 April lalu ini ditujukan kepada seluruh perangkat wilayah di Kota Malang. Yakni kepada camat, lurah hingga ketua RW dan RT. 

“Pekerja migran kita kan sebenarnya tidak banyak. Yang banyak dari kabupaten tapi tetap kita siapkan prosedur karantina. Jadi yang memang pulang dan tujuannya ke Kota Malang harus ikuti prosedur karantina,” jelasnya. 

Sementara itu Wakil Wali Kota Batu Ir Punjul Santoso MM mengatakan terdapat seorang PMI asal Kota Batu yang menjalani karantina secara mandiri di rumahnya. “Sebelumnya sudah dilakukan karantina dua hari di Asrama Haji Sukolilo Surabaya,” katanya.

PMI itu diminta karantina selama lima hari di rumahnya. Ia diketahui melakukan isolasi di rumahnya karena hidup sendiri. Sehingga bukan jadi permasalahan.  (ira/ian/ica/eri/van)