5 Desa/Kelurahan Terima Bantuan Padat Karya Rp 300 Juta

PEMBERDAYAAN : Program Kotaku untuk lima desa/kelurahan bertujuan untuk meningkatkan pembangunan lingkungan yang dikerjakan secara padat karya.

NEW MALANG POS, KOTA BATU – Lima desa/kelurahan di Kota Batu mendapat bantuan dari Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sebesar Rp 300 juta tiap desa/kelurahan. Bantuan ditujukan untuk program Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku).

Pendamping Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Provinsi Jatim, Achmad Fauzi mengatakan bahwa bantuan program Kotaku nantinya bisa dimanfaatkan oleh penerima untuk revitalisasi fasilitas umum berbasis masyarakat. Diketahui bahwa program tersebut merupakan tindak lanjut dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM).

Baca Juga :  Trial Opening JTP 2 Banyak Pengunjung Kecele, Selecta Tunggu Level 2

“Untuk Kota Batu yang terpilih mendapat bantuan ada lima desa/kelurahan dari total 230 desa/kelurahan di Jatim. Setiap desa/kelurahan masing-masing mendapatkan Rp 300 juta,” ujar Fauzi kepada New Malang Pos.

Lima desa/kelurahan yang mendapat bantuan di Kota Batu meliputi Kelurahan Songgokerto, Desa Punten, Desa Gunungsari, Desa Tulungrejo, dan Desa Junrejo. Nantinya bantuan yang didapat digunakan untuk Padat Karya Tunai (PKT).

“Kami berharap program ini harus benar-benar bermanfaat bagi pemeliharaan lingkungan. Serta menyediakan pendapatan dengan menciptakan lapangan kerja sementara tidak hanya bagi masyarakat terdampak Covid-19 namun bagi masyarakat berpenghasilan rendah di perkotaan,” bebernya.

Baca Juga :  Jelang Nataru Antisipasi Aksi Teror

Sementara itu, Kepala Desa Junrejo, Andi Faisal Hasan mengatakan bahwa bantuan keuangan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat langsung ditransfer ke Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM). KSM akan dibentuk oleh Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) agar bantuan dana tersebut bisa dicairkan.

“Untuk penggunaan anggaran ini telah diatur dalam beberapa ketentuan. Karena ini merupakan eks program PNPM P2KP atau Sanimas, maka program ini kemasyarakatan tidak boleh digunakan diluar eks kegiatan PNPM. Sehingga anggaran ini digunakan untuk perawatan insfratruktur yang dibangun dari PNPM P2KP Sanimas,” terangnya.

Baca Juga :  Nasib Pesta Vila di Tangan Polres Batu

Lebih lenjut, Faisal menerangkan bahwa bantuan ini diturunkan di masa pandemi berbentuk padat karya. Dengan harapan bantuan bisa dimanfaatkan untuk pemberdayaan masyarakat yang terdampak pandemi.

“Bantuan yang didapat untuk Desa Junrejo sendiri akan dipergunakan untuk saluran drainase paving rusak yang dulu dibangun PNPM. Pengerjaannya akan bagi di tiga dusun. Meliputi Dusun Rejoso, Dusun, Dusun Jeding dan Dusun Junwatu,” pungkasnya. (eri)

Pilihan Pembaca