2021, Pemkot Target Retribusi Daerah Rp 18,1 M

RETRIBUSI: Kesadaran pedagang membayar retribusi di pasar induk Kota Batu yang cukup tinggi berimbas dengan tercapainya realisasi target retribusi.(NMP/MUHAMMAD FIRMAN)

KOTA BATU, NewMalangPos– Tahun 2021 jadi PR Pemerintah Kota Batu untuk pemulihan ekonomi. Tak hanya itu, untuk seimbangkan neraca keuangan APBD dalam pemulihan ekonomi, Pemkot juga menargetkan peningkatan retribusi daerah yang ditarget Rp 18,1 miliar pada tahun 2021 ini.

Wakil Wali Kota Batu, Ir. Punjul Santoso, MM. menyampaikan bahwa tahun ini pihaknya fokus terhadap pemulihan ekonom. Pemasukan dari retribusi daerah juga harus dikejar. Dengan begitu neraca APBD Kota Batu bisa seimbang antara belanja daerah dengan pendapatan. “Meski pandemi Covid-19 masih berlanjut, ini tidak mempengaruhi target retribusi daerah. Sehingga beberapa retribusi kami targetkan naik pada tahun ini,” ujar Punjul kepada New Malang Pos, Kamis (18/3).

Baca Juga :  Pemkot Bagikan 120 Ribu Liter Disinfektan

Ia menjelaskan, untuk retribusi daerah tahun ini ditarget Rp 18,1 miliar. Naik empat kali lipat dari tahun sebelumnya yang hanya ditarget Rp 4,6 miliar setelah dilakukan perubahan akibat pendemi Covid-19. Beberapa retribusi yang dinaikkan targetnya adalah retribusi pasar, retribusi parkir di tepi jalan, dan retribusi persampahan.

Untuk rinciannya kenaikan retribusi pasar tahun ini ditarget Rp 1 miliar dari tahun sebelumnya Rp 748 juta. Untuk retribusi parkir di tepi jalan Rp 8,5 miliar dari sebelumnya Rp 651 juta, dan retribusi kebersihan ditarget Rp 1,5 miliar dari tahun sebelumnya yang hanya Rp 635 juta. “Kami berharap target retribusi tersebut bisa terealiasi seluruhnya. Karena masing-masing OPD terkait, misal dari Dishub telah menggunakan sistem pembayaran setoran jukir melalui non tunai,” bebernya.

Baca Juga :  Upacara Peringatan HUT RI Ke-75 di Kota Batu Hanya Diikuti Forkopimda

Serta intervensi lainnya oleh pemerintah untuk pemulihan ekonomi telah dilakukan seperti vaksinasi. Hingga program di tiap OPD dengan sistem padat karya. Sementara itu, Kepala UPT Pasar Besar Batu Agus Suyudi menyampaikan bahwa realisasi target retribusi pasar untuk tahun 2020 lalu bisa mencapai dua kali lipat. Menurutnya mampu tercapainya target karena kesadaran pedagang dalam membayar retribusi pasar. “Setiap tahun memang ada kenaikan target retribusi pasar. Kami optimis bisa mencapai. Pasalnya 3200 pedagang yang terdata memiliki kesadaran dan kewajiban sangat tinggi,” paparnya.

Baca Juga :  Forkopimda Kembali Vaksinasi Kedua

Ia menambahkan, untuk target yang ditetapkan pada tahun ini sudah tentu melalui kajian potensi baik pendapatan dan kunjungan masyarakat ke pasar. Meski diakuinya pada awal tahun 2021 ini untuk okupansi pasar masih mengalami penurunan sekitar 30 persen dengan kunjungan sebelum pandemi per hari mencapai 1000 orang. (eri/udi)