NEW MALANG POS. MALANG – Sebanyak 48 tim dari Sekolah Sepak Bola (SSB)  bertanding di ajang Festival Sepak Bola U-11 Putra Yudha Cup ke-2 Tahun 2020. Agenda tersebut digelar Lapangan Resimen Armed I Kota Malang, 20-22 November, dengan peserta dari wilayah Jawa Timur. Selain Malang Raya, peserta terjauh tercatat dari Banyuwangi.

“Putra Yudha Cup ini sudah diadakan dua kali. Tahun ini, ada 48 tim yang ikut bertanding,” ujar Ketua Panitia Festival Sepak Bola Putra Yudha Cup ke-2 Tahun 2020, Miswadi.

Menurut dia, ajang tahun ini dikhususkan untuk kategori U-11 atau pemain dengan kelahiran 2009. Antusiasme dari peserta diakuinya sangat tinggi. Akan tetapi, karena masih dalam kondisi pandemi, jumlah peserta dibatasi.

“Kalau tahun lalu kan aman saja, sampai 64 tim. Tahun ini kami cuma menerima 48 tim saja. Itu pun harus benar-benar diatur jadwalnya, supaya tidak terjadi penumpukan atau kerumunan. Kami juga harus mengatur protokol kesehatannya,” beber dia kepada New Malang Pos.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PS Putra Yudha tersebut mengatakan, para peserta juga paham akan hal tersebut. Sehingga, peserta yang tidak hanya berasal dari Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu ini, mengatur kedatangan mereka di lapangan.

Sementara itu, Miswadi mengakui, bila ajang digelar dengan tujuan pembinaan. Menurutnya, progres pembinaan dari sekolah sepak bola bisa diketahui dengan agenda seperti festival tersebut. Selain itu, dia menekankan, adanya silaturahmi terjalin, karena banyak SSB turut serta.

“Pertama pasti untuk pembinaan. Tapi, agenda ini juga ajang silaturahmi. Kalau bagi SSB, menang atau kalah itu bonus dari keseriusan mereka latihan,” jelasnya.

Dia menuturkan, bila pembinaan dari SSB itu mulai dari nol. Sehingga, dengan festival tersebut, progres anak didik bisa diketahui, tidak sekadar dari latihan saja. “Nah, dari pertandingan, juga kami menekankan pentingnya mengajarkan anak-anak sportivitas sejak dini,” tambahnya.

Tak pelak, dalam pertandingan pun pembawa acara pertandingan tidak henti-hetinya menekankan untuk menjunjung tinggi sportivitas. Bila terjadi pelanggaran atau bahkan suasana memanas, maka teriakan dari pengeras suara, membuat laga bisa dihentikan. Para pemain harus berjabat tangan, atau bahkan berpelukan. Seperti ketika laga yang mempertemukan Jeru Putra melawan New Malang Pos. Laga berkesudahan 2-1 untuk Jeru tersebut diwarnai dengan penalti yang berawal dari tarikan pemain ketika bertanding.

Kemudian, Miswadi menyampaikan, untuk Festival Sepak Bola tahun ini berhadiah uang tunai sebesar Rp 6 juta. Selain itu, ada trofi atau piala, dan juga jersey coach untuk para pelatih dan asistennya. (ley)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here