new malang pos
Wali Kota Malang Sutiaji menjajal kopi para pelaku UMKM yang mengikuti pameran Karya Kreatif Indonesia (KKI) di Hotel Tugu Malang.

NEW MALANG POS, MALANG – Bank Indonesia (BI) Malang berupaya meningkatkan akses pasar para pelaku UMKM di wilayah kerjanya. Salah satunya melalui pameran Karya Kreatif Indonesia (KKI) di Hotel Tugu Malang, Jumat (20/11) kemarin.

Pameran KKI 2020 seri ketiga ini diikuti 14 UMKM mitra BI Malang asal Malang Raya, Pasuruan dan Probolinggo. Produk yang dipamerkan Anjani Batik Galeri, Batik Blimbing, Batik Prabulinggih, Probolinggo, Kopi Ledug dan Gapoktan Mitra Arjuna. Kepala Perwakilan BI Malang Azka Subhan mengatakan, pameran ini kali pertama yang digelar secara fisik dan terbatas. Pendampingan yang dilakukan oleh BI Malang lebih mengarah kepada capacity building.

“Semacam pelatihan manajemen usaha, pelatihan terkait packaging dan yang terakhir pelatihan on boarding. Bagaimana supaya mereka bisa menjual secara online di marketplace, tidak ada pemberian uang,” ujar Azka kepada New Malang Pos.

Dijelaskannya, secara keseluruhan pemeran KKI 2020 yang digelar dalam tiga seri untuk memajukan para UMKM. Ada tiga kunci keberhasilannya, kreativitas, digitalisasi dan sinergi.

Masyarakat pun dapat mendukung dengan cara mengunjungi pameran KKI 2020 secara virtual melalui website www.karyakreatifindonesia.co.id. Dalam platform tersebut juga disertai katalog produk sehingga penonton dapat sekaligus membeli produk-produk UMKM.

“Krisis tahun 1998 dan 2008 UMKM menjadi penyelemat namun di tahun 2020 ini justru terdampak, untuk itu pemerintah dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) turut mendorong UMKM, secara pelan-pelan karena sekarang kondisi ekonomi yang terburuk sudah lewat, mudah-mudahan di tahun 2021 sudah kembali positif pertumbuhan ekonominya,” terangnya.

Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji yang turut hadir dalam pameran KKI 2020 turut mengapresiasi langkah BI dalam mendorong perkembangan UMKM di Kota Malang. Menurutnya ekonomi di sektor riil khususnya UMKM dan IKM masih ada ketangguhan terhadap krisis.

“Sekarang UMKM dan IKM bahwa dalam kontraksi ekonomi global, Indonesia pada awalnya termasuk parah tetapi sekarang sudah bangkit dengan adanya UMKM dan IKM,” kata Sutiaji.

Pemerintah Kota Malang mendorong UKM dan IKM untuk bangkit dengan cara memberikan ruang kepada mereka memasarkan produknya melalui marketplace, tidak perlu lagi menggunakan SIUP. OPD dan dinas terkait yang menggunakan dana APBN dan APBD diperbolehkan menggunakan DB guna mendorong para pelaku UMKM.

“Kami cepat menganjurkan dan mengharuskan kepada OPD bahwa menjadi julukan kepada UKM dan IKM, berkembang nanti juga ke pasar tradisional, kami mempunyai optimisme, apalagi BI dan OJK juga memberikan pendampingan kepada mereka,” tutupnya.  (lin/aim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here