new malang pos
Pramuka penegak Saka Wira Kartika melakukan persiapan lomba Pioneering tingkat Jawa Timur di Markas Kodim 0833

NEW MALANG POS, MALANG – Pramuka Saka Wira Kartika Kodim 0833 melakukan persiapan lomba Pioneering tingkat Jawa Timur. Rencannya lomba akan digelar Kodam V/Brawijaya pekan depan.

Dalam persiapannya, para Pramuka penegak ini sangat serius dan disiplin dalam menyusun tongkat pramuka menjadi suatu bangunan. Tidak hanya indah, tapi juga kokoh dan layak digunakan.

“Kami harus menampilkan beberapa kreasi, salah satunya adalah 250 pioneering yang terbagi dalam 3 bangunan. Yakni 50 tongkat menjadi sengkuap, 50 tongkat menjadi menara pandang dan 150 menjadi jembatan,” ujar Pamong Kodim 0833 Saka Wira Kartika Dra Roem Andjarwati yang juga  pengurus Andalan Pandega Kwarcab Kota Malang kepada New Malang Pos, kemarin.

Kak Andjar sapaannya mengatakan, Pramuka binaannya ini dituntut untuk pintar membagi waktu dengan kegiatan sekolahnya. Diperlukan kedisiplinan tinggi untuk melakoni kesibukannya.

“Sambil persiapan, mereka tetap harus ikut kegiatan daring. Perlu kedisiplinan dan pandai mengatur waktu. Persiapan untuk lomba sampai sekarang sudah 95 persen, artinya mereka memang sudah pandai,” ungkapnya.

Tak hanya kedisiplinan, menurutnya para Pramuka penegak ini juga dilatih untuk peduli kepada lingkungan sekitarnya. Dalam bidang apa saja, mulai dari bidang sosial kepada warga bahkan untuk bidang kesehatan yang saat ini menjadi konsen utama di tengah masyarakat.

“Kami sudah latih untuk peduli. Harus menjadi duta untuk diri sendiri dan lingkungannya. Setidaknya untuk masalah 3M. Intinya membiasakan diri untuk tidak ikut nongkrong, menggerombol, yang tidak sesuai protokol,” cerita Kak Andjar.

Sementara itu, Yahya Abu Hasan selaku pembina sekaligus Babinsa Lowokwaru, Koramil Lowokwaru, mengatakan, secara umum anak didiknya telah cukup siap untuk berkompetisi. Karena Yahya, sapaannya telah memberikan berbagai bekal ilmu yang mencakupi semua krida yang ada di Saka Wira Kartika.

“Mereka sudah menguasai pioneering. Dalam Saka Wira Kartika ada 5 krida, yakni navigasi darat, pioneering, mountaineering, survival dan penanggulangan bencana. Walaupun yang paling mereka suka adalah mountaineering, tapi secara umum mereka siap. Hanya mungkin kerapian saja,” kata Yahya.

Yahya menjelaskan, kelima krida ini juga bisa memberikan pelajaran kepada anak didiknya sehingga menjadi pramuka penegak yang peka terhadap lingkungan sosialnya.

“Ini bisa dipakai dalam keseharian dan berkaitan dengan kegiatan sosial. Jadi contoh seperti saat Covid-a9 mereka bisa memberi bantuan, mulai membuat hand sanitizer, membagikan masker, dan lainnya,” tandasnya. (ian/aim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here