new malang pos

NEW MALANG POS, MALANG – Mandeknya kompetisi Liga 1 membuat sejumlah pemain dikabarkan mengikuti pertandingan amatir atau antar kampung (tarkam). Hal tersebut tidak membuat Arema FC khawatir dan lantas melarang pemainnya terjun di pertandingan tarkam. Namun, manajemen Singo Edan berharap para pemain bisa menjaga diri terutama dari cedera, sebab bila terjadi manajemen enggan bertanggung jawab untuk pemulihannya.

Akhir-akhir ini sejumlah pemain mendapatkan kritikan keras, bahkan dari suporter terkait keikutsertaan profesional di laga tarkam. Akan tetapi, di kubu Arema FC enggan mempermasalahkan hal tersebut.

“Kami secara tertulis tidak melarang. Meski demikian, saya sudah pesan melalui Kuncoro (asisten pelatih, red) supaya hati-hati,” ujar General Manager Arema FC Ruddy Widodo.

Laga tarkam memang mewajibkan pemain berhati-hati. Sebab, kondisi lapangan, pengadil lapangan hingga tim medis tidak seperti laga profesional.  Sejumlah klub pun sudah mengeluarkan larangan, sekalipun tajuknya fun football.

“Kami tidak melarang, tetapi bila ikut tarkam lalu injured, manajemen tidak akan ikut merawat,“ tutur dia.

Manajemen memberikan peringatan khusus sebelum mengembalikan pilihan kepada pemain. Ia mengatakan bahwa klub tak akan menanggung biaya perawatan pemain apabila mendapat cedera saat ikut tarkam.

“Kami tidak bisa melarang pemainnya menyalurkan hasrat untuk bermain. Mereka juga bisa menjaga kondisi fisik karena tidak ada latihan,” tambahnya.

Selain itu, dia juga menghormati pertimbangan-pertimbangan yang diambil oleh pemain. Misalnya, tidak sedikit pemain profesional yang memilih tarkam sebagai cara untuk menambah pemasukan selama masa pandemi.

“Terlebih, di tengah kompetisi yang mandek, para pemain hanya mendapatkan gaji sebesar 25 persen. Ya pertimbangan-pertimbangan ini membuat kami tidak membuat larangan tertulis. Yang penting mereka berhati-hati,” tandas dia. (ley)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here