NMP
SMK BISA: Arif Joko Suryadi, S.Ag., M.Si., Kepala SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen (dua dari kiri) bersama pimpinan BRI Syari'ah Cabang Kepanjen dan para guru dalam acara launching Malvocs Mini Bank Syari'ah.

NEW MALANG POS, MALANG – Tak hanya dikenal sebagai jagonya videografi, SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen kini mengembangkan sebuah Mini Bank Syari’ah. Sekolah yang punya sebutan Malvocs (Muhammadiyah Lima Vocational High School) ini melaunching Mini Bank Syari’ah tersebut, 10 November lalu.

Hasil kerja sama dengan BRI Syari’ah Cabang Kepanjen, Malvocs Mini Bank Syari’ah diresmikan untuk mendukung program gemar menabung di SMK yang beralamat di Jalan Bromo Gang Masjid Kecamatan Kepanjen ini. Acara launching dilakukan dengan pemotongan tumpeng dan pengguntingan pita di pintu masuk mini bank yang terletak di bagian depan gedung SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen.

“Launching mini bank ini hasil kerja sama kita dengan BRI Syari’ah. Harapan kita dari MOU dengan industri ini akan melahirkan siswa-siswi yang berkompeten di industri dan dunia usaha, khususnya dunia perbankan,” ungkap Kepala SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen Arif Joko Suryadi, S.Ag., M.Si kepada New Malang Pos, Rabu (18/11) kemarin.

RESMI: Arif Joko Suryadi, S.Ag., M.Si., memberi potongan tumpeng pada pimpinan BRI Syari’ah Cabang Kepanjen menandai launching Malvocs Mini Bank Syari’ah.

Adanya Malvocs Mini Bank Syari’ah pun menjadi tempat yang tepat bagi siswa Program Perbankan Syari’ah untuk praktik. Layaknya bank yang sesungguhnya, uang yang ditabung oleh para nasabah juga dimaksimalkan untuk pengembangan program kewiraswastaan. Meski untuk saat ini nasabahnya masih di lingkup SMK tersebut.

“Ya untuk saat ini kita masih membuka tabungan wadiah atau titipan, dengan nasabah dari para siswa, guru dan karyawan, lalu uangnya ini berputar untuk pembiayaan kewiraswastaan yang ada di sekolah, khususnya ke guru yang memiliki unit-unit usaha,” jelas Kepala Program Perbankan Syari’ah SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen Yeni Herawati.

Menurutnya, hal ini sesuai anjuran Dirjen SMK bahwa Sekolah Menengah Kejuruan harus bisa mencetak wirausahawan. Untuk itu, dengan adanya dukungan dana dari mini bank itu, mata pelajaran kewiraswastaan bisa lebih maksimal. Apalagi siswa-siswi juga bisa praktek langsung dalam hal pelayanan bank syari’ah dibawah bimbingan BRI Syari’ah.

“Anak-anak bisa praktek langsung, agar kita bisa mencetak mereka jadi marketing, teller dan customer service. Kita kerja sama dengan BRI Syari’ah dalam hal pelatihan, siswa dan guru magang, serta harapannya nanti juga ada perekrutan,” sebut Yeni saat ditemui New Malang Pos di ruang Malvocs Mini Bank Syari’ah, kemarin.

Dijelaskannya, saat ini baru siswa kelas XII yang mendapat praktek langsung di mini bank. Selanjutnya secara bergiliran, pembelajaran dan praktek dilakukan juga untuk kelas XI. Adanya mini bank ini sangat membantu bagi siswa Perbankan Syari’ah dalam mempraktekkan ilmu mereka. Apalagi kedepannya, pihak sekolah berencana untuk menerima nasabah dari masyarakat umum.

“Kalau sudah jalan dan sudah kuat, kita akan tawarkan keluar, untuk masyarakat umum, itu harapan ke depan. Untuk sementara saat ini di dalam dulu,” yakin wanita berhijab ini mengaku juga baru melaunching beberapa produk wirausaha yang dibiayai oleh Mini Bank Syari’ah. Produk itu adalah kopi merah, air mineral dan kerupuk rambak.

Sementara itu, SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen telah membuka PPDB 2021-2022 untuk jalur inden mulai 1 November 2020 hingga 31 Januari 2021, dengan biaya pendaftaran Rp 100 ribu. Khusus siswa jalur inden ini bakal mendapatkan special discount sebesar Rp 1.250.000 untuk biaya masuk, sehingga hanya cukup membayar Rp 1.750.000. “Untuk informasi bisa menghubungi 082140951110 atau 0895808304444,” pungkas Yeni. (bua/adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here