NMP
SELAMAT: Direktur Polinema Drs. Awan Setiawan MMT, MM,. mengukuhkan salah seorang wisudawan dalam prosesi wisuda secara luring, kemarin siang.

NEW MALANG POS, MALANG- Politeknik Negeri Malang (Polinema) menggelar wisuda secara daring dan luring. Meskipun pelaksanaan wisuda  dalam suasana pandemi Covid-19, namun tetap terlaksana  dengan semarak.

Wisuda secara luring dilaksanakan di Graha Polinema secara bertahap. Gelombang pertama digelar, Rabu (18/11) kemarin dan dilanjutkan pada gelombang berikutnya, Kamis hari ini.

Bagi wisudawan yang tidak bisa menghadiri acara wisuda secara offline, disarankan mengikuti  yang online pada (3/12) mendatang.

“Kami juga memberikan fasilitas live streaming bagi tamu undangan yang tidak berkesempatan hadir,” ujar Direktur Polinema Drs Awan Setiawan, MMT, MM.

Awan memberikan apresiasi kepada para wisudawan atas ketekunan dan keuletan mereka akhirnya keberhasilan menyelesaikan studi masing-masing.

“Konsistensi dan kesungguhan selama belajar di Polinema merupakan pengalaman yang sangat bermanfaat untuk meniti karier di lapangan kerja,” katanya.

Dalam acara tersebut, Awan mengatakan dalam rangka perbaikan tata kelola perguruan tinggi, Polinema terus berbenah dan berupaya melaksanakan sistem manajemen mutu.  Berdasarkan penilaian BAN PT, secara institusi Polinema sudah mendapatkan penilaian BAIK.

Polinema juga telah mengalami transformasi yang pesat. Dari mulai status Perguruan Tinggi Negeri Satuan Kerja, Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Umum (BLU) hingga kini tengah proses menuju Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH).

Perolehan akreditasi program studi juga mengalami peningkatan. Ada enam prodi yang mendapat nilai akreditasi A. Sebanyak 16 prodi dengan akreditasi B dan satu prodi berakreditasi C.

“Saya berharap, program studi yang mendapatkan akreditasi C, ditingkatkan menjadi B atau A,” ungkapnya.

Dan melalui peningkatan kualitas dosen serta mutu pendidikan, sebanyak 20 program studi telah berhasil meraih Akreditasi Internasional dari ASIC-UK, Badan Akreditasi Independen yang berbasis di United Kingdom.

Saat ini secara keseluruhan Polinema telah memiliki 85 doktor dan yang sedang melanjutkan studi S3 sejumlah 12 orang.  Pihak direksi selalu mendukung upaya peningkatan kualitas SDM, baik studi lanjut jenjang S3 juga percepatan pengajuan guru besar yang saat ini masih dalam proses pengajuan. “Kami menargetkan jumlah guru besar meningkat setiap tahun,” imbuhnya.

Di bidang kerja sama Polinema juga terus mengalami peningkatan. Yang sudah terjalin yaitu kerja sama bidang pendidikan dengan PT PLN (Persero). PT PLN memberi kepercayaan pada Politeknik Negeri Malang, untuk mendidik calon-calon karyawannya pada jenjang Diploma III kelas kerja sama Jurusan Teknik Elektro Program Studi Teknik Listrik yang nantinya setelah lulus diterima menjadi karyawan PLN.

Selain itu juga kerja sama dengan PT GMF  AeroAsia (anak perusahaan PT. Garuda Indonesia). Pada tahun ini meluluskan empat angkatan sebanyak 23 wisudawan berasal dari Program Studi Teknik Elektronika dan 24 wisudawan berasal dari Program Studi Teknik Mesin.

Dan Polinema sejak enam tahun terkahir bekerja sama dengan PT Bukit Asam.  Tahun ini meluluskan angkatan ketiga sejumlah lima wisudawan. PT Bukit Asam memberikan beasiswa kepada warga sekitar Tanjung Enim  Sumatera Selatan untuk kuliah di Politeknik Negeri Malang sebanyak 68 mahasiswa yang  tersebar di beberapa program studi.

Dan yang juga mengalami peningkatan adalah perkembangan jumlah mahasiswa asing. Secara keseluruhan jumlah mahasiswa asing sebanyak 43 mahasiswa.

“Ini mencerminkan kemampuan  kami  dalam menyelenggarakan program internasional untuk menghadapi persaingan global,” pungkasnya. (imm/jon)

Lagi, MAN 2 Kota Malang Raih Medali Emas KOPSI // Judul

NMP-IST

BANGGA: Dua siswa MAN 2 Kota Malang Hafidza Fatma Yona (kanan) dan Siti Andriyani peraih medali emas KOPSI 2020.

NEW MALANG POS, MALANG- Lagi-lagi medali emas nasional diraih oleh siswa MAN 2 Kota Malang. Kali ini Hafidza Fatma Yona (XII IPA6) dan Siti Andriyani (XII IPA 5) yang membuktikan diri layak dan unggul sebagai pelajar hebat di Indonesia. Di ajang Kompetisi Penelitian Siswa Indonesia (KOPSI) tahun 2020, keduanya meraih medali emas di bidang Matematika Sains dan Teknologi (MST).

Di ajang tersebut dua siswa yang tergabung dalam  Tim Olimpiade Penelitian  MAN 2 Kota Malang (TOP M2KM) ini membawa karya yang berjudul “WOPLASTIC: Inovasi Plastik Pembungkus Popok Bayi yang Bersifat Self Degradable”.

Hafidza Fatma Yona menjelaskan bahwa penelitian ini diawali dari keprihatinan atas fakta bahwa limbah popok bayi dengan polyethylene (PE) sebagai lapisan terluar kini menempati peringkat ke-3 terbesar di tempat pembuangan sampah. Padahal durasi degradasi sangat lambat dalam keadaan normal saja bisa sampai 250-500 tahun.

Tingkat degradasi PE di TPA sangat lambat karena sistem pembuangan sampah di Indonesia, open dumping. Sehingga, sampah tidak bercampur dengan tanah dan isolat bakteri yang mampu mendegradasi lembaran PE.

“Inilah memotivasi peneliti untuk menginovasikan bioplastik self-degrade pembungkus popok bayi dengan pemanfaatan bakteri endogenous mealworm pendegradasi polyethylene,” ujar Hafidza.

Ia menerangkan bioplastik inovasi TOP M2KM terbuat dari tepung limbah singkong, ditambahkan konsorsium bakteri endogenous mealworm pada adonannya. Dalam keadaan kering, bakteri yang terkandung dalam bioplastik sedang dalam fase endospora. Bakteri ini akan teraktifkan saat terkena urin atau air yang kemudian akan mendegradasi polyethylene untuk ia manfaatkan sebagai sumber karbon. “Dengan senyawa lain berupa N dari urin serta H dan O dari air, bakteri dapat menghasilkan makanan untuk dirinya,” ujar Hafidza.

Siti Andriyani menambahkan, penelitian ini dilakukan pada Januari hingga November 2020. Penelitian dilakukan di Research Command Center MAN 2 Kota Malang, Lembaga Sentral Ilmu Hayati, dan Laboratorium Mikrobiologi FMIPA Universitas Brawijaya.

Penelitian dilakukan dengan cara mengisolasi bakteri endogenous mealworm yang dapat mendegradasi PE. Menjadikannya konsorsium bakteri dan menambahkannya pada adonan bioplastik tepung limbah singkong yang akan digunakan sebagai kantong plastik pembungkus limbah popok bayi.

Setelah itu, dilakukan pengujian biodegradasi pada kantong plastik dan limbah popok bayi oleh bakteri yang ada.

“Hasilnya, proses degradasi yang awalnya 250 sampai 500 tahun bisa dipercepat 500 kali sehingga plastik hanya membutuhkan 1 tahun untuk terdegradasi seluruhnya,” sambungnya.

Tercatat ada 1.740 proposal penelitian dari seluruh Indonesia yang masuk dalam seleksi kompetisi penelitian KOPSI tahun ini.  Dari jumlah tersebut, terseleksi 1.298 naskah penelitian dan selanjutnya diseleksi kembali menjadi 150 naskah penelitian ke tingkat nasional.

Kepala MAN 2 Kota Malang Dr. Hj. Binti Maqsudah, M.Pd pun memberikan apresiasi atas prestasi anak didiknya tersebut.

“Alhamdulillah, medali emas sejak 2017 secara berturut-turut selalu kami dapatkan. Setiap tahunnya TOP M2KM selalu mendapat medali,” ucapnya. (imm/jon)

Dirjen Vokasi Perkuat Manajerial Industri di SMK // Judul

NMP-Ist

KOMPAK: Kepala SMKN 6 Malang Drs. Sidik Priyono (tiga dari kanan) bersama rekan-rekan kepala SMK lainnya saat kegiatan diklat penguatan manajerial kepala sekolah berbasis industry.

NEW MALANG POS, MALANG-Selama dua pekan 450 kepala SMK se Indonesia mengikuti Diklat Peningkatan Kapabilitas Manajerial Kepala Sekolah Berbasis Industri. Dari 450 kepala SMK, tujuh diantaranya dari Kota Malang. Yakni SMK Negeri 2, SMK Negeri 6, SMK Negeri 7, SMK Negeri 10, SMK PGRI 3, SMK Nasioanal dan SMK Adi Husada.

Ratusan kepala sekolah ini disebar di beberapa wilayah. Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud RI menggelar kegiatan ini secara luring. Bekerjasama dengan beberapa kampus besar di Indonesia. Yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Brawijaya (UB) dan Binus Jakarta. Masing-masing kampus mendapat jatah 90 peserta.

Untuk wilayah Jawa Timur, bekerjasama dengan Univeristas Brawijaya (UB). Pelatihan dilaksanakan di tiga hotel yang ada di Kota Malang. Yaitu Hotel Atria, Hotel Savana dan Hotel Best Western. Masing-masing terdiri dari 30 peserta kepala SMK.

Selama pelaksanaan diklat, para peserta dikarantina. Mereka tidak boleh pulang dan berinteraksi dengan orang luar. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Selama karantina kami dua kali rapid test, jadi benar-benar ketat,” ujar Kepala SMKN 6 Malang Drs. Sidik Priyono.

Sebelum dilaksanakan di hotel para peserta diberikan materi secara daring lebih dulu pada 28 Oktober 2020. Selanjutnya mulai 1 November dilaksanakan diklat secara luring. Diklat kali ini sebagai lanjutan dari hasil assesment sebelumnya.

Materi diklat lebih dominan tentang manajemen kepemimpinan berbasis industri. Para pematerinya pun didatangkan dari direksi perusahaan atau industri. Termasuk salah satunya dari Badan Usaha Non Akademik milik UB. “Karena memang tujuan dari diklat ini untuk peningkatan manajerial dan kapabilitas kepala SMK. Agar mampu berinovasi dengan program keindustrian,” kata Sidik.  

Kegiatan diklat dilaksanakan dengan sistem in and on. Para tanggal 13 Desember mendatang, rencananya akan ada pertemuan lagi. Yakni untuk tahap on. Pelaksanaannya langsung di sekolah masing-masing. Artinya pihak sekolah punya waktu kurang lebih 25 hari setelah diklat selesai.

“Pada 13 Desember kami para akan presentasi. Sejauh mana pencapaian yang sudah direncanakan dalam 25 hari,” imbuhnya.

Sidik menambahkan untuk mensukseskan program tersebut para kepala sekolah butuh kerja sama dengan guru. Di SMKN 6 Malang sendiri akan membuat project pengembangan sekolah. Dengan program jangka pendek, menengah dan panjang.

“Jangka pendeknya lebih pada peningkatan  manajerial. Kami akan melakukan penguatan dan penyamaan presepsi dengan teman-teman guru. Karena kepala sekolah tidak bisa bekerja sendiri. Harus didukung oleh setiap person,” tuturnya.

Yang paling efektif untuk pertama kali dilakukan mengidentifikasi sisi-sisi yang menjadi kelemahan manajemen selama ini. Dari situ dilakukan penguatan agar mampu berakselerasi dengan serentak. Kepala sekolah dapat menggunakan analisis SWOT, yakni Strengths (kekuatan), Weaknesses (kelemahan), Opportunities (peluang) dan Threats (ancaman).

“Kita akan cari kelemahan terbesarnya dimana. Serta mendidentifikasi faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap jalannya manajerial sekolah,” pungkasnya. (imm/jon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here