new malang pos
Technopreneurship merupakan salah satu program vokasi di SMP Insan Amanah.

NEW MALANG POS, MALANG-Kalau ada pertanyaan, adakah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berbeda dan lain dari yang lain? Jawabanya SMP Insan Amanah. Sekolah ini punya program pendidikan vokasi, sebuah ilmu terapan yang bisa diperoleh siswa di bangku SMP.

Jarang sekali ditemukan ciri SMP seperti ini. Apalagi di Kota Malang, bisa dikatakan tidak ada. Hanya di SMP Insan Amanah.

Pendidikan vokasi merupakan ilmu terapan sebagai tambahan di luar akademik. Bukan program ekstrakurikuler. Tapi terwadahi khusus dengan program  dan konsep yang lebih terukur.

Kepala SMP Insan Amanah Dr. Suhardini Nurhayati, M.Pd mengemas pendidikan vokasi ini dengan cantik, terkonsep dengan program yang variatif. Sehingga anak didiknya tidak kehilangan passion mereka.

Menurutnya, potensi dan kelebihan anak didik akan sangat efektif jika dibidik saat memasuki usia SMP. Tidak harus menunggu di bangku SMA/SMK. Karena saat itu anak memasuki usia emas. Passionnya pun sudah mulai muncul.

“Maka perlu dibidik dengan baik dan segera kita tangkap agar berkembang di masa-masa emas mereka,” ucap Dini, sapaan akrabnya.

SMP Insan Amanah tidak hanya fokus pada bidang kognitif. Sekolah ini juga perhatian betul pada karakter keislaman yang menjadi prioritas utama. Demikian juga psikomotorik siswa. 

Kolaborasi tiga bidang tersebut merupakan tujuan dari pendidikan. Akan menjadi lebih sempurna jika dikuatkan lagi dengan penguatan potensi dan skill dan itu ada pendidikan vokasi.

Momentum golden age benar-benar dimaksimalkan. Guru membuat pola pembelajaran yang proporsional antara bidang satu dengan yang lain. Namun tetap dengan konsep yang menarik.

Kognitif tetap diperhatikan tanpa harus mengenyampingkan potensi hebat lain yang dimiliki anak. “Sangat sayang kalau tidak dibidik mulai sejak SMP. Karena belum tentu saat di SLTA anak memilih sekolah vokasi,” tuturnya.

SMP Insan Amanah menerapkan kurikulum yang memadukan antara soft skill, hard skill dan hybrid skill. Adapun beberapa bidang yang ditawarkan untuk pendidikan vokasi, yaitu technopreneurship, tata boga, desain grafis animasi dan multimedia, sains dan penemu, otomotif dan elektronik, jurnalistik dan bahasa, fotografi dan videografi.

Secara teknis SMP Insan Amanah tidak serta merta melakukan pemetaan atau hanya berlandaskan keinginan siswa.  Sebagai bukti keseriusan mengambangkan program ini, Insan Amanah menggandeng pihak ketiga. Semacam lembaga psikologi yang kompeten dan kredibel untuk membaca potensi anak yang sebenarnya.

“Sehingga kami tidak meraba-raba. Anak kami latih benar-benar sesuai dengan potensi dan bakat mereka,” terangnya.

Pendidikan vokasi bukan terobosan yang  main-main. Atau hanya sebatas pembeda dengan sekolah lain. Program dan silabus vokasi SMP Insan Amanah sangat jelas agar hasilnya lebih nyata dan realistis.

Andai pun saat SMA atau kuliah anak harus berhadapan dengan kondisi ekonomi yang sulit, mereka sudah siap untuk mandiri. “Karena sudah punya skill yang mumpuni di bidang yang sesuai dengan passionnya,” kata dini.

Ia menjelaskan, antara program vokasi dan ekstrakurikuler berbeda. Program ekstra hanya satu jam dalam seminggu, tujuannya hanya menyalurkan hobi siswa.

Sedangkan vokasi empat jam pelajaran dalam seminggu, yakni Senin sampai Kamis. Dua kali teori dan dua kali praktik.

“Selama pandemi porsinya sedikit kita kurangi, tapi tetap berjalan dengan konsep yang berbeda,” tambahnya.

Dini menerangkan, upaya SMP Insan Amanah mengembangakan pendidikan vokasi beriringan dengan penguatan soft skill dan ini ada di karakter keislaman. Sebagai ciri khas dan budaya mutu Insan Amanah.

Karena antara soft skill dan keterampilan sangat berkaitan. Keterpaduannya menjadi bekal penting bagi siswa saat terjun di tengah masyarakat.

“Motivasi kami mencetak anak-anak hebat dan kreatif. Punya kognitif yang unggul, karakter yang bagus, psikomotoriknya juga baik. Kalau itu dilengkapi dengan vokasi akan semakin hebat,” pungkasnya. (imm/adv/jon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here