NMP
Ilustrasi. Pengelola Gunung Gede bakal mengusut pelanggaran yang dilakukan dua pendaki bugil. (Foto: ANTARA FOTO/Siswowidodo)

NEW MALANG POS – Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) Cianjur, Jawa Barat, bakal berkoordinasi dengan polisi untuk mengusut dugaan pelanggaran dua pendaki yang berpose bugil di alun-alun Suryakencana, Gunung Gede Pangrango.

Dua pendaki itu dinilai melanggar kesopanan selama berada di area Taman Nasional.

“Balai Besar TNGGP akan berkoordinasi dengan pihak berwajib, kemungkinan terjadinya pelanggaran peraturan perundangan terkait ITE dan atau pornografi. Namun intinya pendaki tersebut sudah melanggar kesopanan selama berada di area Taman Nasional,” kata Kepala Balai Besar TNGGP, Wahyu Rudianto dalam suratnya, dikutip dari Antara, Kamis (22/10).

Wahyu menyesalkan perbuatan yang dilakukan dua pria tersebut karena bertentangan dengan norma agama dan sosial.

Sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), pendaki dilarang melakukan perbuatan yang melanggar kesopanan, perbuatan yang meresahkan, perbuatan tidak menyenangkan, dan perbuatan asusila atau perbuatan lain yang sejenis.

Baca Juga: 7 Aturan Diet yang Tak Harus Ditaati

Dalam suratnya, seperti dilansir CNN Indonesia, Wahyu mengungkap lokasi pengambilan foto itu merupakan tempat yang dinilai sakral bagi pendaki dan warga Jawa Barat.

Ia meminta pemilik akun di media sosial Instagram @eyi-oei dan @bondanramadhani menghapus unggahan tersebut dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.

“Untuk mencegah hal serupa terulang, kami mengajak warga yang bergerak di bidang pendakian dan wisata alam, untuk memberikan edukasi tentang pendaki cerdas dengan tidak melanggar semua aturan yang berlaku. Terlebih kami mengimbau pendaki untuk mematuhi semua aturan yang berlaku termasuk tidak mendaki secara ilegal,” ujarnya.

Sebelumnya sejumlah foto bugil yang diunggah di media sosial menjadi viral karena diambil di atas batu yang diduga lokasinya di Alun-alun Suryakencana, Gunung Gede.

Sejumlah grup pendakian di media sosial mengecam keras dan meminta pemilik akun ditindak sesuai dengan norma dan hukum yang berlaku.

“Kami sempat mendapat pesan singkat dari teman-teman pendaki se-Indonesia, terkait foto mesum tersebut. Sebagai volunteer taman nasional, kami sangat menyayangkan perbuatannya karena mereka melakukan di atas tempat yang menurut semua pendaki di Indonesia sangat sakral,” kata relawan TNGGP, Niko Rastagil.

Ia meminta pihak berwajib mengusut tuntas pemilik akun dan meminta maaf secara terbuka baik di media sosial miliknya atau secara umum di media masa.

“Kami sebagai pendamping selama ini, selalu mengingatkan agar pendaki mematuhi semua larangan dan tidak berbuat ceroboh termasuk menjaga kelestarian lingkungan sekitar,” tutur dia. (psp/CNNI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here