NMP
RILIS: Kapolres Malang AKBP Hendri Umar didampingi Kasatreskrim AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo merilis dua tersangka pembunuhan, Rabu (21/10) kemarin.(NMP-IPUNK PURWANTO)

NEW MALANG POS, MALANG – Kerja keras Satreskrim Polres Malang mengungkap kematian Juarto, 70, membuahkan hasil. Polisi memastikan bahwa warga Dusun Tumpaklengkong, Desa Sumbertangkil, Kecamatan Tirtoyudo ini tewas karena dibunuh. Bahkan dua orang pelakunya berhasil ditangkap, awal pekan lalu.

Kedua tersangka adalah Marsilan, 60 dan Sumardi, 36. Mereka warga Desa Kepatihan, Kecamatan Tirtoyudo. Polisi menangkap mereka di rumahnya masing-masing, setelah ada petunjuk yang menguatkan bahwa keduanya adalah tersangka pembunuhan.

“Butuh waktu dua hari untuk menyelidiki kasus ini. Begitu ada titik terang, dua pelakunya langsung kami amankan,” jelas Kapolres Malang AKBP Hendri Umar saat merilis kasus pembunuhan ini, Rabu (21/10) kemarin.

Sebelumnya, pada 16 Oktober 2020, ada laporan penemuan mayat di sungai Desa Kepatihan, Kecamatan Tirtoyudo. Mayat itu ditemukan dalam kondisi bugil. Kondisinya juga sudah mulai membusuk.

Baca Juga: Jam Kerja Tak Menentu, Ketemu Warga Malah Ditagih Masker

Polisi yang mendapat laporan, langsung meluncur ke lokasi. Selain mengevakuasi, juga melakukan olah TKP. Hasil awal pemeriksaan, petugas menemukan kejanggalan. Akhirnya jenazah dibawa ke kamar mayat RSSA Malang untuk diotopsi.

Alhasil kecurigaan polisi benar. Mayat yang teridentifikasi bernama Juarto, tewas karena dibunuh. Hasil otopsi diketahui bahwa kematiannya karena dipukul benda tumpul di kepalanya.

Dari situlah polisi langsung menyelidiki. Petugas mengumpulkan keterangan beberapa saksi. Akhirnya didapat petunjuk bahwa pelakunya Marsilan dan Marsudi, hingga petugas menangkapnya.

“Kedua pelaku melakukan pembunuhan dengan cara memukul kepala korban menggunakan potongan kayu,” ujar Hendri.

Alasan pembunuhan, lantaran kedua tersangka sakit hati. Mereka kesal dengan korban yang suka banyak omong. Akhirnya rencana pembunuhan itu dilakukan.

“Mereka berdua kami jerat dengan pasal 340 KUHP atau pasal 338 KUHP atau pasal 351 ayat 3 KUHP dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara atau seumur hidup,” tuturnya.

Sementara untuk barang bukti yang diamankan adalah dua buah gergaji, sebuah HP milik korban, sebatang kayu, pakaian milik pelaku dan sepeda motor Honda Vario yang digunakan pelaku Marsudi menjemput korban di rumahnya.(agp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here