new malang pos
Ketua PWNU Jawa Timur KH. Marzuki Mustamar, M.Ag didampingi Rektor Unisma Prof. Dr. Maskuri M.Si dan pengurus Yayasan Unisma meresmikan perpustakaan dengan memotong tali melati.

NEW MALANG POS, MALANG- Perpustakaan Al-Maliki Universitas Islam Malang (Unisma) sudah bisa dikunjungi. Ketua PWNU Jawa Timur KH. Marzuki Mustamar, M.Ag meresmikan gedung tersebut, Rabu (21/10) kemarin. Acara peresmian dihadiri pengurus Yayasan Unisma, rektor, wakil rektor, para dekan dan segenap civitas akademika. 

Rektor Unisma Prof. Dr. Maskuri M.Si begitu bangga. Saat menyampaikan sambutan, ia terkenang sosok hebat yang berjasa besar mendirikan Unisma. Yakni, almarhum KH. Moch. Tholchah Hasan.

Maskuri, teringat pertanyaan Kiai Tholchah saat awal membangun gedung-gedung besar Unisma.

“Pak Rektor apakah bisa tidur? Apakah ada dana untuk membangun gedung ini,” ucap Maskuri menirukan suara Kiai Tholchah Hasan.

Mendapat pertanyaan tersebut, Maskuri menjawab. “Insya Allah ada kiai,” jawab Masykuri.

Jawaban sang rektor membuat almarhum tersenyum. “Baiklah, Bismillah kita jalan,” sambung Kiai Tholchah saat itu.

Ungkapan doa bismillah dari sang ulama menjadi energi besar bagi rektor Unisma dan jajarannya untuk berpacu lebih keras membangun kampus. Hingga Unisma sukses dan berjaya seperti saat ini.

“Kami kerahkan seluruh kemampuan untuk melanjutkan cita-cita mulia para pendiri dan para senior untuk kampus ini,”  ujar Maskuri.

Ia menjelaskan, Perpustakaan Al-Maliki Unisma merupakan sarana kampus untuk peningkatan mutu pendidikan Unisma. Gedung perpustakaan dibangun bersamaan dengan lima sarana gedung lainnya. Yakni bisnis center, laboratorium, pondok pesantren, Masjid Ainul Yaqin dan tempat parkir berlantai 3. “Alhamdulillah perpustakaan sudah bisa kita resmikan hari ini,” ungkapnya.

Perpustakaan Unisma didesain dengan indah. Gedung berlantai empat tersebut merupakan kombinasi dari hasil inspirasi rektor Unisma dari beberapa perguruan tinggi luar negeri. Yakni Australia, Canada, Rusia dan Malaysia.

Ada banyak spot foto yang instagramable. Tentu sangat menarik bagi kalangan millenial. Disediakan di rumah tertutup (indoor) dan ruang terbuka (outdoor).

Konsepnya ruangan setiap lantainya didesain unik dan cantik. Tidak kaku dan monoton seperti perpustakaan pada umumnya. Ada meja lesehan dan meja bundar besar.

Setiap lantai memiliki tema yang berbeda. Lantai 1 merupakan kumpulan dari beberapa corner. Ada NU corner, BI corner dan lain-lain. Di lantai ini juga tersedia library cafe.

Lantai 2 adalah ruang perpus pusat. Kumpulan banyak referensi buku-buku mata kuliah dan umum. Lantai 3 koleksi dari seluruh fakultas dan pascasarjana.

Ketua PWNU Jawa Timur KH. Marzuki Mustamar, M.Ag sangat setuju dengan nama Al-Maliki untuk Perpustakaan Unisma. Pengasuh Pesantren Sabilurrosyad Gasek tersebut berharap Imam Maliki bisa menjadi inspirasi bagi civitas Unisma.

“Imam Malik adalah ulama besar. Guru Imam Syafi’i. Pendidik ulung yang pandai me-reward muridnya. Kajiannya hasil analisis yang tinggi. Mampu menyusun kitab Hadits sesuai temanya. Semoga bisa menginspirasi Perpustakaan Unisma,” terangnya.

Ia juga berharap antara perpustakaan dan Laboratorium Unisma ada chemistry yang baik. “Hasil riset di lab diterbitkan dalam buku ber-SNI. Lalu masuk perpustakaan sehingga perpustakaan ini juga kaya dengan khasanah keilmuan sendiri,” imbuhnya. (imm/jon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here