NMP
foto: NMP-Ipunk

NEW MALANG POS, MALANG – Ada yang menarik dalam latihan bersama Arema FC dan Madura United di Stadion Kanjuruhan, Rabu (21/10) kemarin. Latihan yang diisi pertandingan antara kedua tim ini, tidak bisa tuntas sampai menit 90 ketika sesi game (permainan) berlangsung. Kondisi yang mulai gelap dan tidak memungkinkan menyalakan lampu stadion, membuat wasit menghentikan game di menit 75.

Sebelum game dihentikan, sempat ada pihak kepolisian yang datang, mengamati pertandingan, dan berkomunikasi dengan manajemen Arema FC. Petugas tersebut juga tampak memfoto beberapa sisi tribun dan lapangan.

General Manager Arema FC Ruddy Widodo mengakui, ada miskomunikasi yang terjadi sehingga pihak polisi datang. Ia menyebutkan bila game kemarin merupakan latihan bersama kedua tim dan berlangsung tertutup.

“Mungkin dari direksi lupa untuk menyampaikan hal tersebut karena. Sehingga pihak kepolisian datang dan menanyakan. Tapi kami sudah tegaskan ini latihan bersama. Jadi diizinkan sampai pukul 17.00 WIB saja,” ujarnya.

Baca Juga: Jam Kerja Tak Menentu, Ketemu Warga Malah Ditagih Masker

Menurut dia, sebelum game dimulai memang pihaknya merencanakan sampai pukul 17.00 WIB saja. Alasannya, kondisi mendung diprediksi membuat kondisi bakal gelap lebih cepat.

“Sejujurnya kami tidak mungkin pasang lampu kan, nanti tambah cost lagi. Padahal, ini kan cuma latihan biasa. Ya memang kami sampaikan ke wasit, mungkin sampai pukul 17.00 WIB saja kalau gelap. Kalau terang baru bisa lanjut,” terang pria asal Madiun itu.

Dia mengakui, pertemuan dengan Madura United murni latihan bersama. Sebab, Laskar Sape Kerrab kini juga masih intensif latihan layaknya Arema.

“Kan banyak tim tidak latihan. Mungkin hanya Madura United saja. Jadi kami mau latihan bersama,” tambahnya.

Sementara itu, Pelatih Madura United Rahmad Darmawan mengakui kecewa karena games terhenti sebelum 90 menit. Kekecewaan itu terjadi karena programnya bagi tim terganggu.

“Saya rasa sangat sulit buat kita kalau seperti ini. Kita latihan bareng, tanpa penonton juga. Ada masalah apa saya nggak ngerti,” paparnya.

Dia berharap, demi memajukan sepak bola Indonesia, izin bakal lebih longgar. Apalagi, bila hanya sekadar latihan, yang sudah jelas digelar tertutup dan tanpa penonton.

“Saya tidak menduga saja karena memang kita sudah mewanti-wanti, kalau ini latihan bareng tajuknya. Kita sudah patuhi protokol kesehatan juga, dan tim, semua sudah menjalani swab test,” tandas dia. (ley)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here