NMP
foto: NMP-Ipunk

NEW MALANG POS, MALANG – Arema FC mulai tidak sabar menantikan kabar kelanjutan kompetisi Liga 1 2020. Direksi tim Singo Edan pun meminta Mabes Polri agar segera memberikan izin pertandingan sepak bola.

Hal ini ditegaskan CEO Arema FC Ir. R. Agoes Soerjanto. Ia berharap, Mabes Polri segera mengeluarkan ijin digelarnya pertandingan karena berdampak pada klub dan juga pekerja di industri sepak bola.

“Klub telah berusaha untuk menjalankan aturan protokol kesehatan dalam segala aktivitasnya, termasuk kesiapannya menyambut digulirnya kembali kompetisi,” tegas dia.

Menurut Agoes, hampir setahun kompetisi sepak bola dihentikan karena alasan Covid-19. Namun klub Arema FC tetap berusaha bertahan dengan menjalankan operasional klub kebanggaan warga Malang Raya ini agar tetap eksis.

Baca Juga: Oknum Pejabat Pemkab Tak Netral

“Sekali lagi kami mohon agar kepolisian segera memikirkan untuk mengeluarkan izin resmi pertandingan. Kami juga sangat berharap kompetisi resmi bisa digelar dengan tetap menjaga ketat kepatuhan terhadap protokol kesehatan. Karena itu, dalam program berlatih hal itu sangat diperhatikan dan dijalankan,” ujar Agoes.

Pernyataan Agoes Soer ini tampaknya imbas kedatangan polisi ke latihan bersama Arema FC melawan Madura United, kemarin. Polisi datang sekaligus memfoto area lapangan hingga tribun.

Agoes menyampaikan terima kasih kepada jajaran Polres Malang yang telah mengingatkan kepada jajaran Manajemen Arema FC terkait gelaran latihan bersama dengan Madura United tersebut. Menurut dia, latihan bersama digelar sebagai bagian dari program pelatih yang meminta kepada manajemen agar digelar sesi games untuk menguji kemampuan tim. Dan manajemen memenuhinya.

Sebelumnya,  Arema FC telah melakukan latihan bersama dengan klub klub lain di seputar Malang Raya, termasuk dengan klub Arema FC U-20. Untuk mengasah hasil program latihan yang dilakukan secara ketat sejak Agustus 2020 lalu, maka dibutuhkan latih tanding bersama klub yang memiliki kemampuan yang sama, salah satunya dengan Madura United. 

Lantaran, program yang digelar hanyalah sifatnya internal dan tertutup, serta dalam pengawasan ketat dokter masing masing klub dalam menjalani kepatuhan protokol kesehatan, maka kedua klub sepakat untuk menjalankanya.

“Karena sifatnya hanya latihan bersama seperti biasa digelar, kami tidak melakukan sosialisasi ke pihak luar manapun. Karena memang hanya latihan seperti biasanya, dan stadion selalu kita minta pengelola menutupnya dari akses umum,” ujarnya.

Terkait penyiaran via streaming jalannya latih tanding melalui akun resmi klub, menurut Agoes, itu menjadi bagian dari upaya memberikan hiburan kepada Aremania, yang hampir delapan bulan tidak menikmati hiburan sepakbola dengan datang ke stadion.

“Mereka harus dibiasakan menikmati sepak bola di rumah. Selama Covid-19 masih mewabah, maka mereka harus stay home, tidak boleh datang ke stadion. Maka sebagai upaya menebus kerinduan mereka untuk tahu perkembangan klub yang mereka banggakan, maka disuguhkan live streaming. Sekaligus ini untuk membuktikan kepada semua pihak, bahwa Aremania sangat patuh dengan protokol kesehatan,” papar Agoes.

Dalam kesempatan ini, pria yang juga menjabat Waketum GM FKPPI ini menegaskan, pihaknya tidak ada upaya untuk menggelar pertandingan sepak bola dengan maksud untuk mengundang animo, apalagi sampai melanggar ketaatan dan kepatuhan protokol kesehatan.

“Murni ini untuk menjalankan program latihan yang telah disusun pelatih, dan dilakukan ketat dengan protokol kesehatan. Semua pemain telah menjalani swab, sebelum main ada alat pengukur suhu, juga diawasi langsung oleh dokter kedua klub. Namun bagaimanapun, kami sampaikan terima kasih kepada pihak kepolisian yang terus mengingatkan kami agar menjaganya,” pungkasnya. (ley)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here