new malang pos
Salah satu warga menerima bantuan beras PKH di Desa Gunungsari Kecamatan Bumiaji Kota Batu

NEW MALANG POS, KOTA BATU-Upaya untuk menurunkan angka kemiskinan terus dilakukan oleh Pemkot Batu. Salah satunya melalui Dinas Sosial dengan menggelontorkan bantuan beras melalui Program Keluarga Harapan (PKH) periode Oktober.

Pemberian beras sebagai bentuk uluran tangan pemerintah itu disalurkan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang terdampak pandemi Covid-19. Pemberian diberikan secara berkala di tiap desa/kelurahan.

Pada Rabu (21/10) kemarin, bantuan beras diberikan di dua tempat. Yakni di Desa Gunungsari Kecamatan Bumiaji dan Kelurahan Sisir Kecamatan Batu. Bantuan diberikan langsung oleh Wakil Wali Kota Batu Ir. Punjul Santoso M.M dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Bantuan beras medium yang disalurkan Pemkot Batu hari ini (kemarin.red) adalah bantuan yang diberikan selama tiga bulan. Tercatat sejak Agustus hingga Oktober. Per bulan tiap KPM menerima 15 kilogram,” ujar Punjul kepada New Malang Pos, kemarin.

Ia menerangkan pendistribusian dilakukan dengan kerja sama antara Bulog dan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam). Pendistribusian beras itu telah berjalan dua hari kepada sembilan desa/kelurahan di Kecamatan Bumiaji dan tiga desa/kelurahan di Kecamatan Batu.

“Dari seluruh PKH di Kota Batu yang menerima bantuan dari Kementerian Sosial totalnya ada 3.498 KK. Sedangkan pada hari ini (kemarin.red) yang didistribusikan ada 1400 KK di seluruh Kecamatan Bumiaji dan Kecamatan Batu,” paparnya.

Ketua DPC PDIP Kota Batu ini juga merinci, untuk Kecamatan Bumiaji ada 1.100 KK dan Kecamatan Batu dibagikan pada 300 KK. Harapannya dengan bantuan tersebut dapat meringankan beban keluarga pra sejahtera di Kota Batu.

Sementara itu, ditambahkan oleh Kepala Dinsos Kota Batu Ririk Mashuri selain bantuan dari Kemensos, Dinsos selama pandemi Covid-19 telah menyalurkan Bansos senilai Rp 16,9 miliar. Total anggaran Bansos tersebut telah disalurkan pada 22.999 KK terdampak pandemi.

“Alhamdulillah bansos sudah kami salurkan semua. Mereka yang belum dapat karena beberapa alasan seperti tidak datang, terlambat dan tercatat bisa Dinsos dan akan diverifikasi,” bebernya.

Ia menerangkan lebih lanjut, mereka yang belum dapat bantuan tetap diberikan. Namun tidak dalam bentuk bansos tapi untuk percepatan ekonomi di masa adaptasi kebiasaan baru atau New Normal. 

“Terkait data bansos yang diberikan dua kali selama pandemi ini dan dibatasi masa kedaruratan tanggal 8 Agustus. Karena anggaran BTT tidak bisa diberikan karena batas waktu masa kedaruratan. Maka dialihkan ke recovery pemulihan ekonomi di daerah,” bebernya.

Kemudian lanjut dia, tak menutup kemungkinan bansos berupa uang dialihkan kepada OPD yang menaungi. Misalkan di Diskumdag dengan bantuan kredit lunak melalui bank pelat merah atau Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Ditambahkan Kepala Dinsos Kota Batu Ririk Mashuri bahwa untuk rincian bansos yang disalurkan senilai Rp 16,9 miliar meliputi top up Rp 800 ribu ada 4991 KK, top up Rp 400 ribu dari Kemensos ada 8.875 KK.

Sedang yang memperoleh BST dari DTKS Rp 1 juta ada 933 KK dan Non DTKS usulan desa/kelurahan ada 8.290 KK. (eri/jon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here