NMP
Model Manohara prihatin soal viral puluhan anjing diduga dijual. (Screenshot via Instagram/@manodelia)

NEW MALANG POS – Model Manohara Odelia Pinot prihatin dan menumpahkan kritiknya terkait dugaan perdagangan anjing untuk menjadi hewan pemburu atau konsumsi di Indonesia.

Manohara mengungkapkan kritik melalui serangkaian unggahan di Instagram pribadinya. Ia mengunggah kembali pernyataan dari organisasi non-profit Jakarta Animal Aid Network (JAAN).

Dalam unggahan itu, terlihat anjing-anjing yang dikurung di dalam kandang sempit dan siap dibawa ke suatu tempat.

“Pemerintah yang terhormat, banyak dari anjing-anjing ini ditangkap di Jawa Barat dan dibawa sampai ke Sumatera untuk dijadikan hewan pemburu atau dikonsumsi/dimakan,” demikian kutipan pernyataan tersebut.

Pernyataan itu berlanjut, “Ketika anjing pemburu dianggap sudah tidak berguna, maka mereka akan dikirim ke Samosir dan Medan dan dibunuh dengan kejam untuk dimakan walaupun pemerintah telah menyatakan dengan jelas bahwa anjing bukanlah makanan!”

Melansir CNN Indonesia, Pemerintah memang sudah mengeluarkan sejumlah aturan mengenai konsumsi daging anjing, yang terbaru tercantum dalam Surat Edaran Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan Nomor 9874/SE/pk.420/F/09/2018 bertanggal 25 September 2018.

“Sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku bahwa daging anjing tidak termasuk dalam definisi pangan,” demikian bunyi salah satu poin dalam surat edaran tersebut.

Melalui edaran itu, Kementan juga mengimbau para pemerintah daerah untuk membuat surat imbauan tertulis agar tidak ada peredaran dan/atau perdagangan anjing secara komersial.

Lebih jauh, Manohara juga menyoroti ancaman serius bagi kesehatan masyarakat jika praktik semacam ini terus berlanjut karena ada potensi penularan rabies.

Bebas Rabies 2030

Kementerian Pertanian sebelumnya menuturkan rabies atau penyakit anjing gila masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dan hewan di RI. Lembaga itu mencatat ada delapan provinsi dan beberapa kabupaten serta pulau yang bebas penyakit tersebut.

Direktur Kesehatan Hewan Ditjen PKH Fadjar Sumping Tjatur Rasa menuturkan pengendalian rabies masih mendapatkan tantangan tersendiri. Kementerian itu sendiri menargetkan Indonesia bebas rabies 2030.

“Kami akan gaungkan PReSTaSIndonesia 2030, yakni pemberantasan rabies secara bertahap di seluruh Indonesia dengan target bebas pada tahun 2030,” katanya seperti dikutip dalam situs Kementerian Pertanian.

Katinka de Balogh, Senior Animal Health and Production Officer, FAO Regional Office for Asia Pacific di Bangkok, Thailand yang mewakili Tripartite FAO/OIE/WHO, menjelaskan tentang situasi rabies dan tantangan yang dihadapi di kawasan Asia. Tidak jauh berbeda dengan Indonesia, kawasan regional juga menghadapi permasalahan yang sama, salah satunya anjing yang rabies masih dilepasliarkan. (has/bac/CNNI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here