NMP
George da Silva.(NMP-IST)

NEW MALANG POS, MALANG – Bawaslu Kabupaten Malang bakal menertibkan alat peraga kampanye (APK) yang terpasang di angkutan umum. Alasannya jelas, melanggar Peraturan Komisi Pemilihan Imum (PKPU) momor 23 tahun 2018 tentang kampanye. Demikian ditegaskan koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu, George da Silva.

“Selain melanggar PKPU, dalam Undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan (LLAJ) juga dilarang karena mengganggu keselamatan,” jelas George da Silva.

Menurutnya sejak kampanye dimulai, Paslon mulai branding APK. Salah satu sasaran untuk promosi adalah angkutan umum. Kaca kendaraan ditempeli stiker gambar Paslon, dengan harapan mudah dilihat dan dikenal oleh masyarakat.

Padahal secara aturan, pemasangan APK berupa stiker di kendaraan umum tidak boleh. Apalagi sebelumnya sudah ada kesepahaman bahwa alat angkutan umum adalah sarana dan prasarana milik publik, yang tidak boleh untuk kampanye.

Karena itulah, Bawaslu bakal segera menindaklanjuti dengan menertibkan stiker di kendaraan umum. “Penertiban nantinya kami akan melibatkan petugas dari Polres Malang,  Satpol PP dan Dinas Perhubungan Kabupaten Malang,” terang George.

Lebih lanjut George mengatakan, bahwa Bawaslu sudah memberitahu tim Paslon untuk melepas stiker tersebut, sebelum nantinya dilakukan penertiban. Termasuk berharap Paslon mematuhi peraturan yang sudah ditetapkan oleh KPU.

Supaya dalam Pilkada Kabupaten Malang 2020 dapat digelar secara sportivitas, adil, aman dan sesuai dengan peraturan yang ada.

“Kami mengimbau tim kampanye, parpol, dan masyarakat untuk tidak sembarangan dalam pemasangan APK di angkutan umum. Karena mengganggu pemandangan sopir dan pengguna jalan yang di belakang,” paparnya.(gim/agp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here