new malang pos
Pengurus PC NU Kota Malang bersama Wali Kota Malang Sutiaji dalam rapat persiapan Hari Santri Nasional di PC NU Kota Malang.

NEW MALANG POS, MALANG – Jelang peringatan Hari Santri tanggal 22 Oktober besok, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU)  Kota Malang bakal melaunching Sekolah Kader Syuriah yang direncanakan pada Sabtu (24/10) mendatang.

Sekolah Kader Syuriah ini sebagai salah satu upaya PC NU untuk menghasilkan kader syuriah yang memiliki wawasan luas, baik masalah agama juga tentang perkembangan atau dinamika bangsa.

“Kami ingin menyiapkan, bahwa Hari Santri ini bukan seremonial belaka. Selain karena kondisi pandemi, tidak bisa membuat gebyar peringatan. Kami secara khusus punya kegiatan sekolah kader. Nantinya bisa siap menghadapi isu yang berkembang saat ini, baik itu yang bersifat kontra NKRI ataupun radikalistik. Agar para calon suriyah ini bisa terbuka dan melakukan penyeimbangan,” jelas Mohammad Mahpur, Sekretaris Pelaksana Launching Sekolah Kader Syuriah PC NU Kota Malang kepada New Malang Pos.

Menurutnya, sudah ada sekitar 30 alumni santri yang akan mengikuti Sekolah Kader Syuriah dari berbagai macam kalangan, baik dai maupun akademisi. “Bagaimana kemudian kita libatkan alumni pesantren, untuk kemudian disiapkan sebagai pasukan keagamaannya PC NU. Yang terpilih adalah orang yang memiliki wawasan keagamaan yang lebih bisa berdialektika dengan sosial media internet dan sumber dunia maya yang lainnya,” ujar Mahpur.

Di dalam sekolah kader ini lanjutnya, akan diberikan berbagai macam ilmu yang akan dipelajari secara lebih mendalam. Selain sumber sumber keilmuan keagamaan, juga dengan pengetahuan dan wawasan yang terkini.

“Kami juga akan berusaha mengembangkan cara berfikir yang terkini, termasuk bagaimana cara memahami atau membaca data-data di lapangan. Mereka akan lebih terampil berlogika,” imbuhnya.

Sekolah Kader Syuriah ini diprogramkan selama 3 bulan hingga Desember. Di akhir sekolah, para calon Kader Syuriyah ini akan diuji langsung oleh tim fasilitator yang telah ditentukan. Usai menjalani sekolah ini, tentu akan mendapatkan sertifikat tanda kelulusan. “Ada sertifikat ketuntasan kalau kami menyebutnya. Bagaimana tanggapan tanggapan terhadap masalah masalah keagamaan hari ini. Sehingga kita tahu corak berpikirnya seperti apa, kemudian kita diskusi. Bukan seperti sekolah yang ada PR kemudian setor. Tidak seperti itu. Nanti ada fasilitator,” pungkasnya. (mp3/aim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here