new malang pos
Petani Cabai Merah Kota Batu

NEW MALANG POS, KOTA BATU-Pemerintah Kota Batu memastikan kebutuhan dan harga bahan pokok terkendali pada bulan Oktober ini. Hal itu disampaikan Wali Kota Batu Dra. Dewanti Rumpoko M.Si dalam rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di El Royal Hotel Selasa (20/10) kemarin.

“Untuk pergerakan ekonomi teman-teman sudah lihat berjalan baik untuk Kota Batu selama pandemi Covid-19. Insya Allah untuk semua bahan pangan di Kota Batu bisa tercukupi. Begitu juga harga cukup relatif stabil,” ujar Dewanti kepada New Malang Pos, kemarin.

Meski begitu, lanjut Dewanti pihaknya mengakui adanya beberapa komoditas yang harganya fluktuatif. Mengingat ada beberapa komoditas yang kurang dan ada beberapa yang kelebihan.

Ia mencontohkan beberapa komoditas yang mengalami kekurangan seperti bawang putih sehingga petani Kota Batu diminta menanam. Namun dengan adanya bawang putih import membuat harga mengalami penurunan.

“Selain itu juga akibat pandemi Covid-19 untuk sayur harganya murah. Sebaliknya yang impor mahal. Ini yang akan dibahas. Kemudian bagaimana formulasi dan strategi kita bersama TPID membuat bisa terlindungi, baik pasokan pangan dan harga,” bebernya.

Sementara itu Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang Azka Subhan menyampaikan untuk perkembangan inflasi di Kota Batu ada beberapa bahan yang perlu diperhatikan mengalami kenaikan lima persen pada bulan Oktober ini.

Diantaranya seperti cabai keriting yang bulan sebelumnya berada di harga Rp 9 ribu per kilogram naik menjadi Rp 25 ribu per kilogram. Serta cabe merah dari per kilogram Rp 21 ribu jadi Rp 29 ribu dan bawang merah dari Rp 24 ribu per kilogram jadi Rp 26 ribu.

new malang pos
Petani Cabai Merah Kota Batu

“Untuk Batu tidak dihitung sebagai kota inflasi tetapi perhitungannya mengikuti dengan Kota Malang. Saat ini inflasi tergolong rendah 0,83 persen dengan rata-rata year on year 1,22. Sedangkan untuk normalnya 2-4 persen,” bebernya.

Tidak terjadinya inflasi di Kota Batu dikarenakan masyarakat berjaga-jaga. Meski di satu sisi produksi cukup, namun tetap harus berhati-hati.

“Dampak inflasi tidak begitu dirasakan karena kejahatan masih rendah dan ketersediaan pasokan masih aman, kelancaran distribusi, kondisi inflasi sangat rendah. Sehingga pertumbuhannya sangat rendah diprediksi sampai akhir tahun hanya satu persen,” paparnya.

Agar tidak terjadi inflasi, pemda harus memiliki strategi pemulihan ekonomi pasca Covid-19. Yakni menggerakan kembali agro industri, pariwisata dan investasi yang kemudian tenaga kerja yang dirumahkan bisa terserap.

“Ini sudah dilakukan di Kota Batu. Serta dengan restrukturisasi atau kredit ringan bagi pelaku UMKM yang salah satunya program OJK,” pungkasnya. (eri/jon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here