new malang pos
Hasan tekun membuat batik di tempat pelatihan Yoessy Modiste Bunulrejo untuk menghasilkan batik shibori.

NEW MALANG POS, MALANG – Membuat batik memerlukan ketelatenan, kreatifitas dan keahlian yang mumpuni. Karena batik juga dikenal sulit dalam proses pembuatannya, maka batik kebanyakan dibuat oleh perajin batik atau pengusaha batik. Namun di Kelurahan Bunulrejo, ada anak berusia 10 tahun yang telah beberapa tahun ini menekuni batik, bisa menghasilkan karya yang cukup mengesankan.

Potensi Hasan Rohmatullah, siswa SDN Sawojajar 1 ini bisa dilihat dari beberapa hasil karya batiknya yang berjenis shibori. Potensi ini pertama kali dilihat oleh Yusnani, perajin batik dari Bunulrejo.

“Waktu itu saya lihat pertama kali dia mengerjakan batik. Ternyata perpaduan warna yang dibuat Hasan ini menurut saya sangat bagus,” kata Yusnani kepada New Malang Pos, kemarin.

Dijelaskannya, hasil karya batik untuk anak seusianya dinilai sudah sangat bagus. Meskipun untuk batik dengan teknik lain, Hasan memang belum mencobanya.

“Kalau Hasan ini dia memang suka teknik shibori. Mungkin karena lebih mudah daripada teknik lain. Tapi batik shibori pun harus cermat perpaduan warnanya,” imbuhnya.

Dia pun terus memotivasi Hasan, karena menurutnya, bakat membatik untuk anak seusianya sudah luar biasa.

“Kalau menurutku sangat luar biasa. Karena sekarang pun yang muda belum tentu mau membuat batik yang kita tau sendiri butuh kesabaran butuh kreatifitas,” terangnya.

Hasan rutin mengikuti pelatihan di tempat Yusnani tiap minggunya. Di dalam pelatihan tersebut pun hanya Hasan yang masih berusia muda. Dan ia sangat percaya diri setiap mengikuti pelatihan.

Hasan memang punya cita-cita yang masih berhubungan dengan seni. Ia sangat menginginkan bisa menjadi arsitek. Diusianya yang masih muda, ia sering melihat gambar gambar arsitektur di sosial media. “Memang hobi. Lihat-lihat di HP. Kalau dulu memang suka menggambar,” kata Hasan, ditemui ketika pelatihan.

Menurut Hasan, kegiatannya membuat batik di tempat pelatihan akan terus dilakukannya dengan semaksimal mungkin. Tentunya dengan memperkaya teknik membatik. “Kadang sulit waktu melepas karetnya. Tapi tidak apa-apa. Tidak capek,” ujarnya. (mp3/aim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here