new malang pos
Direktur LPI Sabilillah Prof. Dr. Ibrahim Bafadal, M.Pd memberikan potongan nasi tumpeng pada Ketua Dewan Pembina Yayasan Sabilillah Prof. Dr. AH. Rofi'uddin, M.Pd yang juga sebagai Ketua Tim Pengembang LPI Sabilillah

NEW MALANG POS, MALANG-Mencanangkan program internasional bukan perkara mudah. Segalanya harus disiapkan dengan serius. Sehingga internasional tidak hanya sekadar nama. Tapi dibuktikan dengan kualitas.

Maka persiapan yang dilakukan harus benar-benar matang. Mulai dari Sumber Daya Manusia (SDM), perangkat kurikulum hingga pada sistem penilaian.

Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Sabilillah mulai menata itu. Satuan pendidikan yang dikembangkan mulai TK, SD, SMP dan SMA Islam Sabilillah bersiap untuk program internasional.

Motivasi besar ini tidak lain karena Sekolah Islam Sabilillah sudah lama menjadi sekolah unggul dan rujukan. Sehingga perlu meningkatkan mutu ke tingkat internasional.

Saat acara tasyakuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 LPI Sabilillah, Senin (19/10) lalu, Direktur LPI Sabilillah Prof. Dr. Ibrahim Bafadal, M.Pd mengatakan, sebagai bagian dari rencana strategis pengembangan satuan pendidikan, LPI Sabilillah menyusun kurikulum berstandar internasional. Didukung oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni dari tenaga pendidikan dan tenaga kependidikan.

“Pertama kita siapkan dulu kurikulumnya. Kemudian SDM profesional yang akan mengembangkan kurikulum tersebut,” katanya.

Sekretaris LPI Sabilillah Ali Affandi, S.Pd, M.Pd menambahkan, untuk mendukung program internasional guru Sekolah Islam Sabilillah harus bisa berbahasa Inggris. Oleh karena itu lembaga meluncurkan program Les Bahasa Inggris bagi yang sudah menjadi guru dan karyawan tetap Sabilillah.

Sementara untuk rekrutmen guru baru, salah satu syarat utamanya calon guru harus bisa dan terampil berbahasa Inggris. Termasuk untuk musyrif dan musyrifah yang menjadi pembina siswa di Ma’had Sabilillah. Mereka dituntut bisa bahasa Arab.

“Bagi guru yang sudah lama kita dorong kemampuan mereka dengan bimbingan dan latihan. Sedangkan calon guru baru, harus sudah mahir berbahasa Inggris. Ketentuan ini kita buat agar mereka nantinya bisa mewarnai budaya dan bahasa internasional,” terangnya.

Bahasa Inggris, menjadi ukuran pertama calon guru Sabilillah. Ditambah dengan kompetensi akademik dengan nilai IPK yang sudah ditetapkan. Selain itu memiliki nilai keislaman yang mumpuni. “Karena kita sekolah Islam, maka gurunya tentu punya nilai keislaman yang bagus,” ujar Ali.

Rekrutmen guru Sabilillah saat ini mencapai 250 pendaftar. Hanya sekitar 40 saja yang masuk kualifikasi. Selanjutnya LPI Sabilillah akan kembali melakukan seleksi untuk menentukan SDM yang diharapkan.

“Yang dilihat pertama rekaman kemampuan bahasa Inggrisnya melalui online. Selanjutnya kita undang untuk tahap berikutnya,” terang Ali.

Adapun dari sisi pembelajaran menurut Ali, Sekolah Islam Sabilillah sudah melaksanakan dengan standar internasional. Program unggulan yang berbasis pada 4C sebagai keterampilan abad 21, masuk dalam kriterianya. Yakni creative, critical thinking, communicative, dan collaborative. Diperkuat juga dengan Higher Order Thinking Skill (HOTS).

“Merdeka Belajar dengan penguatan 4C yang sudah kami lakukan termasuk menjadi indikator internasional,” ungkapnya.

Maka proyeksi ke depan, siswa Sabilillah akan diberikan sertifikat internasional pada setiap bidang yang dicapainya. Misalnya, bidang bahasa, bidang mata pelajaran, bidang Alquran maupun bidang lainnya.

Untuk meyakinkan mutu dan kualitas yang sudah dicapai, butuh tahap penilaian. Dalam hal ini LPI Sabilillah tidak melakukan sendiri. Tapi bekerjasama dengan lembaga luar yang profesional. “Evaluasi harus dari lembaga yang kredibel yang bertaraf internasional,” tandasnya. (imm/adv/jon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here