new malang pos
Jalan Diponegoro Desa Mojorejo Kecamatan Junrejo Kota Batu mulai dilebarkan oleh DPUPR Kota Batu.

NEW MALANG POS, KOTA BATU-Jalan Diponegoro Desa Mojorejo Kecamatan Junrejo sebagai jalan alternatif bagi wisatawan terus digarap DPUPR Kota Batu. Jalan alternatif bagi wisatawan ini ditargetkan selesai akhir Oktober 2020.

Kepala DPUPR Kota Batu Alfi Nurhidayat mengatakan pelebaran jalur alternatif ini salah satunya di Jalan Diponegoro, Kecamatan Junrejo dikarenakan meningkatnya volume lalu lintas di ruas jalan utama Kota Batu. Utamanya di ruas Jalan Ir Soekarno yang perlu diurai karena sering terjadi kemacetan saat akhir pekan dan atau libur panjang.

“Karena itu salah satu ruas jalan pengurai adalah Jalan Diponegoro Junrejo atau Jalan Krematorium. Seiring berjalannya waktu ruas Jalan Krematorium ini menuntut adanya peningkatan kapasitas ruas jalan,” ujar Alfi kepada New Malang Pos, Senin (19/10) kemarin.

Ia menerangkan, pelebaran ke arah sisi timur jalan cukup mahal karena harus membebaskan lahan yang sudah berdiri bangunan dan juga penebangan beberapa pohon besar. Sehingga pelebarkan jalan memanfaatkan aliran drainase dengan menutup drainase menggunakan box culvert.

“Pemilihan untuk menutup jalan karena kami tidak ingin menebang pohon-pohon besar yang ada di sepanjang jalan tersebut. Sehingga cara lainnya dengan menutup saluran irigasi dan saluran drainase yang ada disisi barat ruas jalan tersebut,” bebernya.

Laki-laki yang juga menjabat sebagai ketua umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Kota Batu ini menguraikan, untuk penggarapan diitahap awal ini dilakukan pelebaran pada pintu masuk ruas Jalan Krematorium. Yakni dari arah Jalan Ir. Soekarno dengan memasang box culvert ukuran besar 200 sentimeter x 200 sentimeter x 120 sentimeter dan pembangunan plengsengan sepanjang kurang lebih 100 meter.

“Selain mengurai kemacetan, pelebaran jalan tersebut untuk menunjang pemulihan perekonomian. Untuk penggarapan Jalan Diponegoro, Desa Mojorejo dianggarkan senilai Rp 200 juta dalam P-APBD 2020,” paparnya.

Lebih lanjut, dengan penggantian box culvert pada saluran drainase agar tidak terjadi banjir seperti sebelumnya. Sehingga ketika hujan jalan tidak kembali berlubang akibat air meluber ke jalan.

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Kota Batu Khamim Tohari mengapresiasi program yang mulai digarap DPUPR. Pasalnya jalan alternatif menuju Kota Batu perlu segera dilakukan pelebaran.

“Kami mendukung pelebaran jalan alternatif yang mulai digarap DPUPR. Ini karena di Jalan Diponegoro, Desa Mojorejo jadi pintu masuk jalur ring road menuju Tlekung-Jalibar-Toyomerto untuk mengurai kemacetan,” terangnya.

Apalagi, lanjut Khamim setiap kali libur panjang sepanjang simpang tiga Pendem hingga JTP 3 sering terjadi macet panjang. (eri/jon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here