NMP
PERIKSA: Petugas Lapas Kelas I Malang memeriksa setiap barang kiriman dari keluarga atau teman warga binaan untuk antisipasi barang selundupan.(NMP-IST)

NEW MALANG POS, MALANG – Kepala Lapas Kelas I Malang, Anak Agung Gde Krisna memperketat penjagaan. Terutama pada pengiriman barang masuk untuk warga binaan. Yakni dengan menerapkan Drive Thru.

Menurut Anak Agung Gede Krisna, pengetatan ini untuk mencegah barang ilegal masuk. Baik itu narkoba atau lainnya. Karena setiap harinya, sedikitnya ada 100 paketan barang kiriman dari keluarga atau teman warga binaan Lapas Lowokwaru.

“Sebanyak 80 persen barang kiriman itu adalah makanan. Namun demikian tetap kami lakukan pengetatan,” terang Anak Agung.

Kejadian di Lapas Kelas II A Banceuy Jawa Barat, Sabtu (17/10) lalu menjadi pelajaran. Petugas menggagalkan upaya penyelundupan narkoba ke dalam Lapas. Narkotika jenis sabu-sabu, diselundupkan di dalam makanan tahu yang dikirim.

Untuk mencegah supaya penyelundupan itu tidak terjadi di Lapas Kelas I Malang, ada lima langkah yang diterapkan dalam Drive Thru. Pertama menambah jaring pengaman di keliling tembok luar lapas. Langkah ini untuk mengantisipasi pelemparan barang dari luar.

Kemudian optimalisasi alat X-ray saat memeriksa barang. Lalu, perubahan bentuk ruang pemeriksaan barang yang terbuka dan dapat diawasi oleh petugas lain. Melakukan  pemeriksaan dua kali, baik melalui X-ray dan secara manual. Terakhir membuat pengawasan tugas pelayanan publik dan WBP.

Sejak layanan Drive Thru diberlakukan, petugas Lapas tidak lagi menemukan barang selundupan. Baik itu narkoba, obat terlarang, HP atau barang lainnya. Kecuali uang, meskipun sudah dilarang namun masih banyak yang menyelundupkan.

“Kalau ada yang menyelundupkan barang berbahaya seperti narkoba, maka akan langsung ditindak tegas dengan menyerahkan ke pihak berwajib,” jelasnya.

Sedangkan untuk mengantisipasi terjadinya penyelundupan yang, dibuatkan booth untuk penitipan uang tunai. Uang tunai yang dikirim, harus dititipkan di Koperasi Lapas. Uang tunai tersebut dicatat sesuai dengan warga binaan yang menerima.

“Yang boleh mengambil adalah warga binaan sesuai namanya. Itupun mereka menggunakan uang itu harus di Koperasi Lapas,” urainya.

Ia menyampaikan, inovasi dan kebijakan yang diterapkan adalah bertujuan untuk kebaikan bersama. Termasuk juga untuk mensejahterakan warga binaan.(fal/agp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here