new malang pos
Seluruh anggota DPRD Kota Batu hadir Rapat Paripurna Hari Jadi ke 19 Kota Batu.

NEW MALANG POS, KOTA BATU-Raperda APBD Kota Batu Tahun Anggaran 2021 tengah digarap oleh eksekutif dan legislatif. Dalam pembahasannya telah memasuki jawaban wali kota atas penyampaian Pandangan Umum Gabungan Fraksi dalam rapat paripurna Jumat (16/10) kemarin.

Secara umum, DPRD telah menyampaikan pandangannya. Mereka meminta agar tiga sektor yakni UMKM, pariwisata dan pertanian diprioritaskan dan diakomodir dalam APBD 2021. Sehingga pemulihan ekonomi dapat berjalan dengan lancar.

Wakil I DPRD Kota Batu Nurochman mengatakan sebelumnya Pemkot Batu menyampaikan adanya penambahan anggaran untuk R-APBD 2021. Mayoritas tambahan anggaran mengakomodir program di SKPD yang bersentuhan langsung pada masyarakat.

“Kami ingin dalam pembahasan R-APBD 2021 semua program yang diserap mampu memberikan efek positif dalam rangka menggerakan pembanguan daerah. Serta memberikan stimulus pertumbuhan ekonomi,” ujar Nurochman kepada New Malang Pos kemarin.

Ia menguraikan beberapa permintaan yang disetujui oleh DPRD Kota Batu seperti penambahan ruang kelas baru dan rehabilitasi gedung sekolah serta laboratorium oleh Dindik. Kemudian di Dinas Kesehatan penambahan pemenuhan premi PBID dalam rangka pencapaian UHC. Serta kegiatan vaksinasi dan pengadaan vaksin Covid-19.

“Ada juga Dinas Sosial untuk kegiatan bedah rumah tidak layak huni, pemberian insentif bagi lansia, penyandang disabilitas dan LVRI serta jaminan sosial berupa Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) bagi warga kurang mampu yang sangat kita dukung,” bebernya.

Untuk Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman dan Bagian Administrasi Pemerintahan kami juga mendukung program tri juang kerja sama. Agar aset Pemkot dan batas wilayah desa/kecamatan bisa diketahui dan dimanfaatkan secara jelas.

“Serta dari Dinas Perhubungan untuk pengadaan peralatan pengujian kendaraan bermotor. Karena selama ini Kota Batu belum memilikinya. Selain itu dengan adanya tempat uji Kir bisa meningkatkan PAD dengan potensi Rp 1,4 miliar per tahun dari total sekitar 7000 kendaraan,” bebernya.

Lebih lanjut, pada Belanja Daerah ia juga menyarankan agar melanjutkan dan meningkatkan Belanja Bantuan Sosial karena sampai saat ini pandemi Covid-19 masih berjalan terus. Namun sebelum direalisasikan harus ada evaluasi terkait penyaluran bantuan sosial dengan pendataan lebih akurat.

“Untuk bantuan nanti bisa untuk insentif permodalan pelaku usaha kecil. Ini harus dilakukan pendataan  bagi pelaku usaha yang sangat membutuhkan agar tetap bertahan dan perekonomian bisa berjalan. Itu juga berlaku di sektor pertanian,” terangnya.

Dengan program yang konkret itu, nantinya Pemkot Batu akan bisa memastikan eksistensi pelaku UMKM dan para petani agar tetap bisa berdaya dan berjaya. Serta target pertumbuhan ekonomi 4,5 persen dari Pemkot Batu bisa tercapai tahun depan.

Pada Belanja Daerah juga disarankan untuk tetap melanjutkan dan meningkatkan Belanja Bantuan Sosial karena sampai saat ini pandemi Covid-19 masih berjalan terus. Menurutnya evaluasi yang harus diperbaiki terkait penyaluran bantuan sosial yang pendataannya harus lebih akurat.

Dengan disertai dengan tata kelola yang memadai agar tidak terjadi penyalahgunaan. Sehingga dalam alokasi belanja bantuan sosial agar tepat sasaran dan tepat guna sesuai urgensinya.

“Bantuan tersebut bisa untuk insentif permodalan pelaku usaha kecil itu dilakukan pendataan yang benar-benar membutuhkan, sehingga ada survei yang perlu dilakukan,” katanya.

Selain itu menurutnya, menjaga eksistensi UMKM di Kota Batu perlu dilakukan juga. Pihaknya sepakat menyarankan Pemkot Batu mendirikan sentra pusat oleh-oleh khas Kota Batu sebagai salah satu solusi. Sehingga bisa menampung dan mendistribusikan produk-produk UMKM dan pertanian.

“Kami berani memastikan bahwa ketika Pemkot Batu konkret melakukan hal tersebut maka UMKM dan para petani bisa berdaya dan berjaya,” katanya.

Dalam pembahasan yang sedang berlangsung, Wali Kota Batu Dra. Dewanti Rumpoko M.Si berharap tahun 2021 pertumbuhan ekonomi di Kota Batu bisa mencapai 4,5 persen dari sekarang 3 persen. Kemudian bisa berdampak pada peningkatan PAD tahun depan.

Disampaikan oleh Wali Ketua III DPRD Kota Batu Heli Suyanto bahwa PAD tahun depan diproyeksikan atau ditergetkan Rp 170 miliar. Target tersebut turun dari PAD tahun ini yang ditargetkan Rp 207 miliar.

“Namun akibat pendemi dilakukan Perubahan PAD menjadi Rp 110 miliar. Hingga Oktober saat ini masih mencapai Rp 95 miliar akibat pandemi Covid-19. Namun kami yakin dengan invasi dan kerja bersama, target PAD bisa dilampaui pada tahun depan,” harapnya.

Dalam R-PABD 2021 mengalami perubahan dari persetujuan KUA PPAS APBD Kota Batu tahun 2021 sebelumya. Untuk Pendapatan Daerah diproyeksikan sebesar Rp. 887,3 miliar.

Setelah adanya penyesuaian dari pusat setelah TTKD atau dana transfer ke dearah dan dana desa, pendapatan daerah naik menjadi Rp 945,9 miliar atau bertambah Rp 58,6 miliar. Begitu juga untuk belanja daerah juga naik dari Rp 943,4 miliar dari sebelumnya Rp 931,9 miliar. (eri/jon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here