new malang pos
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, Dr. Ir. Wahid Wahyudi, MT. (tengah) bersama Kepala SMA Negeri 1 Singosari, Dr. Abdul Tedy, M.Pd dan Ketua Komite Dr. Slamet, M.Si menunjukkan naskah penyerahan lahan yang sudah ditandatangani.

NEW MALANG POS, MALANG- Komite SMA Negeri 1 Singosari (Smanesi) menyerahkan secara resmi lahan yang baru dibebaskan kepada negara, yakni melalui badan aset Provinsi Jawa Timur Jumat (16/10) kemarin. Penyerahan tersebut diterima Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dr. Ir. Wahid Wahyudi, MT, yang hadir langsung ke Smanesi dan meninjau kondisi lahan.

Kepala SMA Negeri 1 Singsosari, Dr. Abdul Tedy,M.Pd mengatakan, pembebasan lahan dengan luas 3108 meter persegi tersebut merupakan hasil ikhtiar banyak pihak. Mulai komite, guru, karyawan dan orangtua. Mereka rela menyisihkan rezeki untuk membeli tanah yang berada tepat di depan sekolah. “Alhamdulillah lahan hasil upaya selama periode tahun 2019 dan 2020 oleh komite sudah selesai,” ungkapnya.

Penyerahan lahan pada negara kata Tedy, sebagai langkah untuk memperjelas kepemilikan tanah di masa yang akan datang. Sehingga tidak ada pengakuan dari siapapun. “Berkat kerja sama dan hati yang ikhlas semua pihak bisa terlaksana dengan baik,” ujarnya.

Ia mengaku Smanesi sudah lama memperjuangkan lahan yang berada tepat di depan sekolah tersebut. Bahkan oleh beberapa Kepala Sekolah sebelumnya. “Alhamdulillah saat periode kami bisa menuntaskan upaya pembebasan lahan itu,” ucap Tedy.

Menurutnya, di dalam mengelola suatu lembaga dibutuhkan keberanian. Namun bukan asal berani, harus ada pondasi yang kuat. Keduanya harus sejalan bersamaan dan saling menguatkan menjadi satu kesatuan. “Biarpun pondasi kuat, tanpa kepemimpinan juga tidak akan jalan. Demikian sebaliknya,” kata dia.

Lalu pondasi apa yang dimaksud?. “Akhlak,” tegas Tedy. Menurutnya akhlak bersentuhan dengan hati. Hampir dikatakan mustahil tanpa akhlak sebuah cita-cita akan terwujud. Selain itu Komite punya peran penting dalam proses pembebasan lahan. Sekolah yang menjalankan strategi dan komite yang mengeksekusi.

Upaya dan kerelaan guru, karyawan bahkan GTT, merupakan semangat dari hati yang tulus. Terlebih saat Pandemi covid-19. Semua bahu membahu untuk membeli lahan itu. “Perhatian dan rasa memiliki guru dan karyawan pada sekolah sangat besar. Tanpa semangat bisa jadi di masa yang akan datang kita tidak masuk akses jalan keluar masuk sekolah. Karena jalan yang kita pakai bukan lahan sekolah,” tuturnya.

Tedy menambahkan, ikhtiar dimaksimalkan dan doa terus dipanjatkan. Qiyamul lail menjadi salah satu kunci pembuka jalan dari semua urusan. Ia selalu mengimbau kepada guru, karyawan dan para siswa, untuk Istiqomah menjalankan salat malam. “Alquran dengan jelas menjanjikan derajat yang terpuji. Dan bagian dari derajat yang terpuji yaitu dipermudah urusan kita,” terangnya.

Harapan Smanesi itu pun terkabul, tanah dapat terbeli. Bahkan dengan setengah harga. Jika harga normal pasar saat ini 4,8 miliar. “Alhamdulillah kita dapat separuh harga. Ini karena bantuan Allah, kita yang dengan tulus berjuang untuk sekolah ini dipermudah,” pungkasnya. (imm/udi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here