new malang pos
Tim mahasiswa Biologi Unisma berhasil lolos riset BPDPKS, Yulan Hardias Putri, Immega Adelia Nurdin, Della Nur Hayati dan Tri Widyaningsih.

NEW MALANG POS, MALANG-Tim riset mahasiswa Biologi Universitas Islam Malang (Unisma) lolos dalam Lomba Riset Kelapa Sawit tingkat mahasiswa tahun 2020. Mereka mendapat dana Rp 20 juta untuk melakukan penelitian.

Tim ini diketuai Immega Adelia Nurdin bersama Yulan Hardias Putri, Della Nur Hayati dan Tri Widyaningsih. Tim ini berada di bawah bimbingan dosen Jurusan Biologi Fakultas MIPA Dr. Nurul Jadid Mubarakati, S.Si., M.Si.

Dalam penelitiannya mereka mengangkat limbah cangkang udang menjadi solusi untuk membasmi jamur Genoderma sp. Diketahui jamur ini telah lama meresahkan para petani kelapa sawit. Dari hasil riset mahasiswa Unisma diharapkan tercipta solusi yang tepat untuk membasmi hama tersebut.

Immega Adelia Nurdin mengatakan program Lomba Riset Kelapa Sawit tingkat mahasiswa tahun 2020 dibuka sejak bulan Juni lalu. Timnya mendaftarkan diri dengan motivasi sebagai insan akademik delegasi dari Unisma.

“Alhamdulillah kami lolos seleksi dan saat ini sedang pada tahapan uji laboratorium,” ujarnya saat dihubungi New Malang Pos.

Hasil seleksi diumumkan beberapa waktu yang lalu. Awalnya ada 837 proposal dan hanya 30 proposal yang didanai. Penelitian ini dilakukan sampai April 2021. “Namun target uji lab selesai pada awal Januari tahun depan,” ucap Mega.

Program Lomba Riset Kelapa Sawit ini diadakan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) yang berada di bawah naungan Kementrian Keuangan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Tema riset pun juga ditentukan oleh pihak BPDPKS.

Mega menjelaskan dalam  proses budidaya tanaman kelapa sawit, salah satu  hambatan yang hingga saat ini belum teratasi adalah Busuk Pangkal Batang (BPB). Pembusukan tersebut disebabkan jamur Ganoderma sp. 

Kapsul nanokitin hasil karya Mega dan tim diyakini mampu mengatasi jamur Ganoderma sp yang menjadi hama.

“Cangkang udang mengandung kitin yang memiliki fungsi salah satunya sebanyak antifungi dan juga antibakteri, sehingga berpeluang untuk dijadikan inovasi pembasmi jamur Ganoderna pada kelapa sawit,” terangnya.

Kelebihan dari kapsul ini dibuat dari bahan yang alami dan ramah lingkungan. Satu lagi, harganya sangat murah karena memanfaatkan limbah cangkang udang.

“Berdasarkan kendala yang dihadapi petani kelapa sawit selama ini perlu adanya solusi. Hasil riset kami berupa pengaplikasian terbaru yang ramah lingkungan dan ekonomis,” ungkapnya.

Mega berharap dapat menghasilkan kapsul nanokitin yang berpotensi sebagai agen pengendali Jamur Ganoderma sp pada perkebunan kelapa sawit. Sehingga dapat terus dikembangkan dan dapat digunakan di masa depan.

“Untuk saat ini fokus kami hanya untuk membasmi Ganoderma. Untuk hama yang lain tentunya diperlukan penelitian lebih lanjut. Kami harap dari penelitian kami ini membuka peluang bagi peneliti lain untuk melanjutkan apa yang nantinya kami hasilkan,” tuturnya.

Hasil riset mahasiswa tersebut nantinya ada tahap presentasi untuk mengetahui kemajuan dan hasil dari penelitian. 

“Tetapi untuk kapan dan dimana lebih pastinya kami menunggu kabar selanjutnya dari pihak BPDPKS,” imbuhnya. (imm/jon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here