new-malang-pos
MAIN AIR: Pengunjung wisata Sumber Maron bisa bermain air jernih sepuasnya, termasuk bisa river tubing tanpa ada batasan waktu.(foto: NMP-Buari)

NEW MALANG POS, MALANG – Wisata alam di Kabupaten Malang tak ada habisnya. Selain pantai dan coban atau air terjun, juga banyak dijumpai wisata sumber air. Satu diantaranya yang cukup terkenal adalah wisata air Sumber Maron yang terletak di Desa Karangsuko, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang.

Lokasinya 4,5 km sebelah timur Kepanjen, atau jika dari Stasiun Kota Malang, jaraknya sekitar 21 km. Jika berangkat dari Bandara Abd Saleh, jaraknya 28,5 km dengan biaya GoCar sekitar Rp 120 ribu. Rute yang ditempuh bisa melewati pusat Kota Malang ke arah selatan, melewati Gadang hingga ke Gondanglegi. Bisa juga dari bandara, melalui jalur lintas timur, lewat Tumpang, Wajak, Turen hingga ke Gondanglegi. Lokasi Sumber Maron berbatasan dengan Kecamatan Gondanglegi.

Wisata ini sudah dibuka pada pertengahan bulan Juli lalu, hingga kini masih menerima kunjungan wisatawan. Masih dalam masa pandemi covid19, Sumber Maron telah mendeklariskan sebagai wisata tangguh. Artinya, obyek wisata dengan air melimpah ini menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

“Itu menjadi keunggulan di Sumber Maron, kami menjaga protokol kesehatan, insya Allah aman dari penularan, semua wajib pakai masker, dan di semua tempat kita siapkan tempat cuci tangan dengan adanya seribu kendi, termasuk semua warung yang buka wajib ada tempat cuci tangan,”  ungkap Dwi Edi Putra, Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang mengelola wisata Sumber Maron.

Pengunjung yang kedapatan tak menggunakan masker saat membeli tiket masuk, tak bisa dilayani. Tiket masuk ke lokasi wisata ini adalah Rp 5 ribu per kepala, mulai anak-anak dengan tinggi lebih dari 1 meter. Sedangkan untuk biaya parkir, sepeda motor rata-rata Rp 3 ribu, untuk mobil kisaran Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu. Sedangkan kapasitas normal Sumber Maron bisa menerima kunjungan hingga 15 ribu orang pengunjung.

“Biaya sangat terjangkau, sewa ban untuk river tubing hanya Rp 5 ribu, bisa dipakai sepuasnya, tidak ada target waktu, termasuk kios-kios makanan, selain higienis karena itu masakan yang ada di lokasi wisata, harganya terjangkau, ya tarif desa,” yakin Ketua BUMDes yang akrab disapa Dwi ini kepada New Malang Pos, Kamis (15/10).

Sebagai wisata desa, Sumber Maron terbilang sudah memiliki fasilitas relatif lengkap, meski dengan kondisi seadanya. Lahan parkir cukup luas di beberapa titik, termasuk bisa menampung kunjungan dengan bus besar. Toilet, ruang ganti dan musala juga sudah ada. Warung-warung dan toko souvenir juga tersedia. Wisata air ini juga memiliki fasilitas kolam renang khusus anak-anak.

Pesona Sumber Maron yang paling menarik adalah  ‘Grojokan Sewu’ yaitu air terjun yang tingginya sekitar 5 meter. Pengunjung bisa bermain air jernih sepuasnya, termasuk menikmati river tubing dengan jalur yang tidak terlalu curam, sehingga bisa menikmatinya bersama keluarga. Faktor keamanan pun jadi perhatian serius pengelola Sumber Maron.

“Kita punya tim SAR, dengan komunikasi menggunakan HT, kita juga ada tim medis yang bekerjasama dengan Polindes dan klinik-klinik terdekat, tim medis ini juga kita sebar di warung-warung, jadi kalau ada kejadian tidak harus menunggu tim SAR, para penjaga warung juga bisa menolong dulu, kita ada pos pantau dan ambulance juga standby,” jelas Dwi.

Menurutnya, Sumber Maron terus melakukan pembenahan fasilitas maupun rencana pengembangan. Meski untuk saat ini masih terdampak pandemi, sehingga fokus program kerja pada pelaksanaan protokol kesehatan. “Kondisinya saat ini mulai membaik, harapan kita pada Pemkab ada pembinaan untuk manajemen dan juga perhatian terkait pajak, karena ini memang unit usaha desa yang hasilnya untuk kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat desa,” pungkas Dwi. (bua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here