new malang pos
CEK KESIAPAN: Pjs Bupati Malang Drs Sjaichul Ghulam MM meninjau kesiapan armada serta perlengkapan dalam penanganan bencana.(foto: NMP-Agiem Christian.)

NEW MALANG POS, MALANG – Saat ini mulai masuk musim pancaroba, sehingga kejadian bencana patut diwaspadai. Pemkab Malang menyatakan sudah siaga. Kamis (15/10) kemarin menggelar apel kesiapan pasukan dan perlengkapan penanganan bencana hidrometeorologi di lapangan Makodim 0818 Jalan Panji Kepanjen.

Pjs Bupati Malang Drs Sjaichul Ghulam MM bertindak sebagai inspektur upacara mengatakan, ada tiga kata kunci dalam berikhtiar mengantisipasi bencana hidrometeorologi. Pertama siaga, lalu tanggap dan ketiga galang.

“Apel ini merupakan bagian dari kesiapsiagaan kita dalam mitigasi maupun penanggulangan bencana hidrometeorologi di Kabupaten Malang. Namun demikian, ada bencana maupun tidak kita tetap siaga dan siap,” tegas Ghulam.

Baca Juga: RS Siap Relokasi Warga Terdampak Pembangunan

Apel ini diikuti dari berbagai instansi. Mulai dari pasukan gabungan dari TNI-Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Perhubungan, Pemadam Kebakaran, Palang Merah Indonesia (PMI), Satpol PP dan Dinas Sosial.

Selain itu, Abi Ghulam menerangkan bahwa di Kabupaten Malang juga ada 35 Desa Tanggap Bencana (Destana) yang masyarakatnya sudah mendapat pelatihan penanganan bencana. Belum termasuk adanya kampung siaga bencana seperti Kecamatan Pujon, Poncokusumo dan Sumbermanjing Wetan yang September lalu baru saja dikukuhkan Kemensos.

“Semua pihak mulai Forkopimda, tokoh agama, tokoh pendidikan, relawan, tenaga kesehatan harus meningkatkan komunikasi. Tujuannya kesiapsiagaan dan antisipasi dapat terintegrasi,” tuturnya.

Abi Ghulam berharap, apel kesiapsiagaan ini dapat meningkatkan pemahaman seluruh elemen terkait tentang penanganan bencana yang terjadi. Sehingga evakuasi dapat dilakukan dengan kompak dan cepat.

“Jika semua tanggap, masyarakat akan terlayani dengan baik. Saat ada kejadian bencana alam yang membutuhkan bantuan secara terpadu, bisa dilakukan dengan cepat dan tepat sasaran. Sehingga dampaknya bisa diminimalisir,” sambung Dandim 0818 wilayah Kabupaten Malang dan Kota Batu Letkol INF Yusub Dody Sandra.

Kepala BPBD Kabupaten Malang Bambang Istiawan memastikan seluruh instansi terkait di Kabupaten Malang telah siap siaga dalam penanggulangan bencana. Mulai dari TNI, Polri, perangkat daerah terkait, hingga organisasi kepemudaan.

“Jika sewaktu-waktu ada kejadian bencana, semua siap bergerak. Kami juga siap meminimalisir korban personil maupun materiil yang rusak. Kami akan menanggulangi dengan cepat,” tegasnya.

Dia mengatakan, Bencana hidrometeorologi sendiri adalah bencana alam yang terjadi sebagai dampak dari fenomena hidrometeorologi seperti curah hujan, kelembaban, temperatur dan angin.

“Semua sarana dan prasarana yang diperlukan untuk mitigasi dan penanganan bencana hidrolometeorologi sudah siap untuk melindungi masyarakat,” pungkasnya.(gim/agp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here