new malang pos
Beberapa siswa yang difasilitasi belajar di sekolah menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat.

NEW MALANG POS, MALANG-Tidak semua siswa bisa menikmati proses belajar mengajar secara daring. Mereka tentu punya keterbatasan dan kemampuan yang berbeda. Ada yang terbatas fasilitas belajarnya dan ada juga yang terkendala jaringannya. Bahkan ada yang tidak bisa belajar kecuali didampingi guru. Tentu karena ada beberapa faktor yang sulit dijelaskan.

Lebih dari keterbatasan yang dimiliki dan kendala yang dialami, mereka tetapkan siswa. Anak didik yang berhak menerima pendidikan. Hanya saja kondisi pandemi Covid-19 membuat perlakukan terhadap mereka tidak seperti biasa.

Berdasarkan itulah, SMPK Santa Maria 2 memberi ruang. Siswa yang terkendala belajar daring dari rumah difasilitasi di sekolah. Tentu dengan sistem protokol yang ketat dan yang paling utama izin dari orang tua.

Kepala SMPK Santa Maria 2 Sr. M. Dorothea, SPM, S.Pd. mengatakan, fasilitas untuk siswa khusus tersebut disediakan sebagai bentuk perhatian guru pada anak didiknya. Ia menyadari tidak semua siswa siap dengan belajar daring. Tentu dengan alasan dan faktor yang berbeda.

“Mereka tetap siswa kami, jangan sampai tidak belajar hanya karena kendala fasilitas atau jaringan,” ucapnya kepada New Malang Pos.

Ada sebanyak 12 siswa SMPK Santa Maria  2 yang belajar di sekolah. Mereka difasilitasi komputer untuk bisa join dan bergabung belajar daring bersama teman-temannya.

Dibagi menjadi beberapa ruangan, setiap ruang dilengkapi dengan hand sanitizer. Semua wajib pakai masker, termasuk guru. Jarak satu sama lain lebih dari dua meter.

“Kami berlakukan protokol kesehatan agar anak-anak yang belajar di sekolah tetap dalam kondisi aman,” ungkap Dorothea.

Pemberian ruang khusus ini diberlakukan sejak awal tahun ajaran baru. Pada mulanya, sekolah memberikan angket kepada setiap orang tua siswa. Angket tersebut diisi orang tua berkaitan dengan kondisi anak belajar secara daring di sekolah.

Pandemi Covid yang menyebabkan siswa dirumahkan sejak Maret 2020 lalu, tentu memberikan banyak cerita. Kendala dan kesulitan guru, siswa dan orang tua begitu komplek sehingga SMPK Santa Maria 2 perlu mengetahui kondisi riil siswa belajar di rumah.

Humas SMPK Santa Maria 2 Anna Sri Supeni Maria, S. Pd mengatakan, angket tersebut diberikan sebelum tahun ajaran baru dimulai. Hingga pada akhirnya dari hasil angket tersebut ada beberapa siswa yang perlu pelayanan khusus.

“Tapi sebelum kami fasilitasi belajar di sekolah, kami survei dulu ke sekolah untuk memastikan kondisi yang sebenarnya,” kata dia.

Selama daring SMPK Santa Maria 2 menggunakan aplikasi google classroom dan google meet. Untuk materi dan evaluasi siswa belajar dengan menggunakan google class. Sementara untuk pembahasan tatap muka secara virtual menggunakan google meet.

Seminggu sekali siswa bertemu guru mata pelajaran dengan google meet. Sesi ini dijadwal per kelas. Meskipun secara virtual guru tetap memperhitungkan jumlah siswa yang belajar.

Adapun yang berkaitan dengan program ekstrakurikuler, Anna menjelaskan untuk sementara waktu selama pandemi program ekstra ditiadakan, agar siswa fokus belajar.

Meskipun begitu, sekolah yang berlokasi di Jalan Panderman ini tetap tidak ketinggalan even-even penting yang selama ini telah menjadi rutinitas. Misalnya even kebangsaan seperti HUT Kemerdekaan RI pada Agustus lalu dan Bulan Bahasa di akhir bulan depan.

“Kami tetap mengadakan lomba-lomba agar kreativitas anak tetap tersalurkan walaupun secara virtual,” tandasnya. (imm/jon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here