new malang pos
Guru Alquran TK Islam Sabilillah Hanik Maulidah, S.PdI, mengajar siswanya bacaan huruf Hijaiyah secara daring.

NEW MALANG POS, MALANG-Pukul 07.30 siswa TK Islam Sabilillah sudah siap di hadapan laptop. Demikian juga dengan guru mereka juga siap membimbing anak didiknya secara virtual. Pandemi Covid-19, tak merubah konsistensi TK Islam Sabilillah dalam mencerdaskan peserta didik. Hanya caranya saja yang berbeda. Pengaturan akademik, nilai-nilai keislaman dan karakter dilaksanakan dengan cara daring.

Aktivitas belajar setiap hari diawali dengan Alquran. Every Day with Alquran. Salah satu program unggulan yang dicanangkan LPI Sabilillah Malang. Melalui aplikasi e-Learning TKIS, guru mengajar dan mengenalkan huruf-huruf hijaiyah, ini untuk kelas A.

Seperti yang dilakukan oleh Hanik Maulidah, S.PdI, selaku guru Alquran, Rabu (14/10) kemarin. Hanik memperkenalkan satu per satu huruf Hijaiyah. Dari awalnya yang terpisah sampai huruf yang tersambung.

Anak didiknya pun mengikuti dengan seksama dari rumah masing-masing. Dari pengenalan huruf hingga pada rangkaian kata dan kalimat diajarkan secara bertahap. Sesuai dengan level kelas masing-masing. “Setiap hari pelajaran Alquran dimulai pukul 07.30 sampai 9.30 dengan tiga sesi,” katanya.

Mengajar anak TK dengan daring penuh tantangan. Tidak mudah, butuh kesabaran. Guru harus kreatif dan lebih ekspresif. Kalau tidak, fokus siswa hilang bahkan bisa jadi, siswanya juga “hilang” dari pandangan guru. Alias menghindar dari sorot kamera handphone atau laptop.

Mengajar Alquran ke anak TK secara daring tantangannya berkali kali lipat. Mengajar materi yang bukan bahasa sehari-hari anak, butuh pelafalan yang benar. Inovasi dan metodenya harus tepat karena juga harus dihafal.

“Seringkali suara ananda sulit kita dengar. Karena terkendala jaringan atau yang lain,” papar Hanik.

Ia mengungkapkan, siswa-siswi Sekolah Islam Sabilillah (SISMA) belajar Alquran dengan metode Sabilillah Bil Qolam (SBQ). Lulus TKIS siswa harus tuntas di jilid 2.

“Kami mulai dari jilid pra. Selama tiga bulan dari pengenalan huruf lebih dulu. Jilid 1 mengenal huruf yang belum bersambung dan jilid 2 hurufnya sudah bersambung,” paparnya.

Muatan materi Alquran antara daring dan luring sama saja. Lagi-lagi caranya yang berbeda. Guru sering memberi contoh dengan membuat rekaman video. Demikian sebaliknya, siswa juga mengunggah video hasil belajarnya.

Ketika giliran siswa membaca secara langsung, disitu ada umpan balik dari guru. Baik melalui e-Learning atau aplikasi WhatsApp.

Berbagai upaya dilakukan guru TKIS. Di tengah kondisi pandemi dengan belajar secara daring, semua cara dilakukan. Tujuannya hanya satu, anak didiknya pandai membaca dan mencintai Alquran. Meskipun di TK belum diajarkan tajwid. “Inilah tujuan utama program Every Day with Alquran di TKIS,” terang Hanik.

Every Day with Alquran tidak hanya membaca, tapi juga menghafal melalui program tahfidz. Selama belajar daring, tidak banyak waktu porsi untuk menghafal. Hanya sekitar lima menit saja, namun Istiqomah.

Koordinator Tahfidz TKIS, Shilvia Aninndhita P., S.Pd mengungkapkan, metode menghafalnya dengan cara mengulang ayat. Ketika satu ayat sudah lancar dilanjutkan ke ayat berikutnya. “Setiap selesai satu surat kami tes. Untuk satu surat membutuhkan waktu sekitar satu bulan,” ujarnya.

Program tahfidz TKIS juga punya target. Sebelum lulus siswa sudah hafal 12 Surat dari Surat An-Nass hingga Al-Ashr. Kelas A semester pertama tiga surat, semester kedua tiga surat. Di kelas B pada semester pertama mengulang kembali hafalan saat di kelas A dan di semester kedua, menghafal enam surat. “Sehingga total ada 12 surat yang dihadapkan oleh ananda,” ucap Shilvia. (imm/sir/jon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here