new malang pos
Wali Kota Batu Dra. Dewanti Rumpoko M.Si bersama Kepala Disparta Kota Batu Arief As Siddiq foto bersama di salah satu spot selfie wisata Lumbung Bumi Desa Pendem, Kecamatan Junrejo Kota Batu.

NEW MALANG POS, KOTA BATU-Pandemi Covid-19 membuat pemerintah pusat hingga pemerintah desa tergerak. Salah satunya dengan membuat kampung tangguh. Untuk Kota Batu dipastikan 24 desa/kelurahan mengaplikasikan program desa tangguh.

Namun seiring berjalannya waktu, ide dan kreatifitas terus dikembangkan untuk hal yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi warganya. Salah satunya adalah Desa Tungguh Pendem Kecamatan Junrejo yang bertransformasi menjadi Desa Wisata Lumbung Bumi.

Kades Pendem Try Wahyuwono Efendi mengatakan Desa Wisata Lumbung Bumi awalnya merupakan kampung lumbung pangan milik Desa Pendem. Lumbung pangan ini terdapat sembako, sayuran, hingga kolam benih ikan yang dikelola Gapoktan Wiji Aji Bumi.

“Dirasa lumbung pangan ini bisa dikembangkan lagi potensinya, akhirnya bersama Bundes, Gapoktan Wiji Aji Bumi dan Kartar, kami mengembangkannya menjadi Wisata Lumbung Bumi,” ujar Pendik, sapaan akrabnya kepada New Malang Pos.

Pengembangan Wisata Lumbung Bumi juga memanfaatkan areal sekitarnya. Yakni dengan memanfaatkan jalan setapak yang sudah dipaving untuk areal bazar warga setiap akhir pekan.

“Kemudian pemanfaatan spot selfie di tengah persawahan dan di sampingnya jalan pematang sawah. Ini memanfaatkan potensi yang ada untuk menarik wisatawan dan perekonomian warga sekitar,” bebernya.

Tak hanya itu, Pendem yang telah tersertifikasi sebagai pertanian organik. Sehingga nantinya juga bisa menjadi Wisata Lumbung Bumi yang berbasis edukasi pertanian organiknya. 

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Arief As Siddiq sangat mendukung adanya Wisata Kampung Lumbung. Pasalnya bergeraknya Pemdes Pendem mampu menginisiasi desa wisata berbasis pertanian organik.

 “Kami sangat mendukung apa yang dilakukan oleh Pemdes Pendem. Pasalnya secara tidak langsung mampu mendorong dan mengajak masyarakat desa untuk pemberdayaan melalui potensi yang ada,” bebernya.

Selain itu lanjut Arief, semangat yang digalakkan oleh lumbung padi Desa Pendem mampu mengangkat potensi pertaniannya. Apalagi tiap desa memiliki ikon yang bisa diekspolre.

“Seperti Pendem ini dengan potensi pertanian organiknya. Organic Edutourism ini nanti bisa dieksplorasi kepada wisatawan untuk mengenal jenis-jenis tanaman yang ada di kebun dan belajar budidaya sayuran dan buah organik,” terangnya.

Serta membuat pupuk dan pestisida organik, berternak secara organik, nature fun outbound dan masih banyak lagi seperti yang telah dilakukan di Pulau Bali.

Untuk bisa mengembangkan potensi tersebut, Arief berharap juga ada sinergi dengan OPD lainnya seperti DPUPR hingga Dinas Pertanian. Misalnya, di DPUPR untuk memaksimalkan sarpras.

Plt Kepala DPUPR Kota Batu Alfi Nuhidayat menambahkan bahwa pihaknya mendukung program agro tourism sekaligus ketahanan pangan Kota Batu melalui penyediaan infrastruktur yang baik dan mantap.

Infrastruktur tersebut diantaranya adalah penyediaan jaringan irigasi yang mampu melayani kebutuhan air irigasi untuk lahan-lahan pertanian produktif di Desa Pendem dan seluruh wilayah di Kota Batu.

“Untuk Pendem sendiri kami menyikapi perlunya pasokan air irigasi yang cukup dan berkesinambungan. Kami akan mempelajari kemungkinan dibuatnya embung atau waduk mini di Daerah Irigasi (DI) di wilayah Kecamatan Junrejo khususnya di Desa Pendem. Mengingat Desa Pendem ini adalah sentra produksi padi di Kota Batu,” urainya.

Selain irigasi, DPUPR akan memberi dukungan penyediaan infrastruktur seperti jalan dan Penerangan Jalan Umum ( PJU) di akses-akses jalan menuju kelokasi wisata tersebut. Hal tersebut diungkapnya sebagai support implementasi visi misi wali kota mewujudkan Desa Berdaya Kota Berjaya. (eri/jon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here