new malang pos
TETAP BERSAHABAT: Tim pemenangan SanDi dan Ladub mengisi waktu dengan foto bersama saat menunggu sidang pleno pengundian nomor urut Paslon Bupati dan Wakil Bupati di gedung DPRD Kabupaten Malang.

NEW MALANG POS, MALANG – Pertarungan Pilkada untuk merebut kursi pimpinan Kabupaten Malang boleh panas. Namun hati dan pikiran harus tetap dingin. Inilah yang terlihat dari kader tim pemenangan Bapaslon SanDi dan Ladub, Kamis (24/9) kemarin.

Meski berbeda dukungan, namun mereka tetap bersahabat. Tidak saling ejek atau menjelekkan. Sekalipun sama-sama mengunggulkan pasangan calon yang didukung.

Keakraban ini menjadi contoh untuk kader lainnya yang ada di bawah. Bahwa Pilkada adalah pesta demokrasi yang harus dibangun dengan hati dan pikiran yang dingin dan bersih. Harus bisa sama-sama menjaga keamanan dan kenyamanan, demi satu tujuan memajukan Kabupaten Malang.

Aparat kepolisian yang berjaga pun cukup tenang. Karena kekhawatiran adanya gesekan antar pendukung tidak terjadi. Malah menjadi pemandangan indah, karena antar kader pendukung bisa akrab dan rukun berdampingan.

Pengundian nomor urut pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Malang, kemarin memang digelar tertutup. Penyelenggara hanya memperbolehkan pasangan calon dan ketua tim yang boleh masuk ruang sidang pleno.

Sedangkan kader tim pemenangan kedua Paslon, tidak diperbolehkan masuk. Mereka pun rela menunggu di depan ruang sidang. Tidak marah atau kecewa, lantaran memang sesuai aturan.

Sembari menunggu, mereka ngobrol dan bercanda bareng. Bahkan foto bareng dan membuat vlog mengajak Pilkada damai. Bersama-sama berkomitmen mensukseskan Pilkada di Kabupaten Malang.

“Kami rela harus menunggu di luar, karena memang aturannya dari KPU demikian,” kata Ali Murtadho sekretaris tim pemenangan Ladub (Hj. Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono).

Dia pun mengakui foto bersama dengan tim pemenangan pasangan calon Drs. H. M. Sanusi – Didik Gatot Subroto yang menjadi lawan Ladub dalam kontestasi Pilkada Kabupaten Malang. Ali mengatakan, foto bersama ini merupakan simbol keakraban diantara mereka. “Semuanya teman. Jadi kalau foto bersama kan tidak masalah,” tambahnya.

Senada dengan sekretaris tim pemenangan SanDi, Darmadi mengatakan pilkada merupakan Pesta Demokrasi yang harus terselenggara dengan suka cita dan damai. Sejak awal SanDi tidak pernah menganggap lawan politik adalah lawan. Sebaliknya semuanya adalah saudara.

“Berbeda pilihan, berbeda dukungan tidak masalah. Terlenting tetap harus menjaga persaudaraan, persatuan dan kesatuan,” ungkapnya.

Sejak awal, Darmadi juga selalu memberikan edukasi kepada masyarakat, agar mengikuti pesta demokrasi dengan damai. Sehingga pelaksanaan pilkada ini berlangsung aman dan tertib.

“Memang kan harus begitu. Supaya pesta demokrasi ini berjalan aman dan lancar. Sehingga terpilih pemimpin yang baik,” tandasnya.(ira/agp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here