new malang pos
Pimpinan Perum Jasa Tirta I (PJT I) berdiskusi dengan Komunitas Environmental Green Society Mahasiswa Biologi Fakultas Sains dan Teknologi UIN Maliki Malang yang telah meneliti kualitas air sungai Brantas.

NEW MALANG POS, MALANG – Limbah mikroplastik yang dapat mencemari sungai Brantas dianggap  Perum Jasa Tirta I (PJT I) belum masuk dalam indikator penyebab pencemaran sebuah sungai. Sampai dengan saat ini, kondisi air di sungai Brantas masih relatif ideal dengan tingkat keasamannya di angka 7,4 hingga 7,8.

Seperti diberitakan sebelumnya, peneliti muda yang tergabung dalam Komunitas Environmental Green Society Mahasiswa Biologi Fakultas Sains dan Teknologi UIN Maliki Malang menemukan limbah mikroplastik yang dapat mencemari sungai Brantas. Hasil itu pun sudah dibahas bersama PJT 1, Jumat (11/9) kemarin. Direktur Utama PJT I, Ir Raymond Valiant Ruritan ST MT mengatakan, hingga saat ini mikroplastik belum disebutkan sebagai parameter dalam pengamatan kualitas air.

“Menurut PP No 82 Tahun 2001 (tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air) maupun Perda Provinsi Jawa Timur tentang pengelolaan kualitas air, mikroplastik tidak disebutkan sebagai parameter,” tegasnya saat bergabung dalam diskusi secara virtual.

Meski begitu, penelitian yang dilakukan mahasiswa-mahasiswi ini sangat diapresiasi pihaknya. Ke depannya, PJT I dapat menggandeng peneliti mahasiswa ini sebagai mitra.  Diakuinya, limbah mikroplastik sudah mempengaruhi pola hidup biota-biota di sungai Brantas, seperti ikan. Jangka panjang bisa mengakibatkan kerugian pada tubuh manusia yang juga turut mengkonsumsi hasil sungai, bisa menyebabkan kanker.

Ahli Lingkungan PJT I Ir Hermien Indraswari MT menambahkan, angka Ph (tingkat keasaman) sungai Brantas berada di angka 7,4 hingga 7,8.

“Ini masih ideal karena masih diantara 6 dan 8. Jika dibawah 6 jadinya asam, diatas 8 jadinya basah. Ini masih batas toleransi Ph. Rata-ratanya Sungai Brantas adalah 7,5. ” tegasnya

Diakui Hermien, parameter termudah untuk menentukan tercemar atau tidaknya sebuah air sungai memang dapat dilihat dari level Ph nya. Hanya saja, bagi PJT I ini hanya menjadi satu parameter dari kurang lebih 15 parameter yang harus diuji.

Parameter lain, seperti tingkat DO (Dissolved Oxygen/kadar oksigen) sungai Brantas masih di angka 4,6. Batas minimal adalah 4. Angka BOD (Biochemical Oxygen Demand) di angka 7,63. Lalu angak COD (Chemical Oxygen Demand) adalah 20,15 dari batasan maksimum 2,5 miligram per liter.

Sementara itu, Koordinator Tim Peneliti UIN Malang Alex Rahmatullah berharap limbah mikroplastik dapat dijadikan parameter kualitas air ke depannya.

“Karenan mikroplastik ini bisa berbahaya walaupun dalam jangka panjang. Semoga bisa masuk di aturan terkait. Hasil temuan ini bisa dijadikan acuan regulasi lebih baik ke depan untuk menyelematkan sungai kita,” tegasnya. (ica/aim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here