new malang pos
Tes psikologi bapaslon Pilkada Kabupaten Malang

NEW MALANG POS – Tes psikologi bakal pasangan calon (paslon) Bupati-Wabup Malang di RSSA, Rabu (9/9) kemarin  menguras mental. Deg-degan pula. Para calon pemimpin Kabupaten Malang itu harus menuntaskan sekitar 500 pertanyaan.

Dua bakal paslon mulai jalani tes sejak jam 7 pagi kemarin dan baru berakhir sore harinya. Pasangan HM Sanusi-Didik Gatot Subroto selesai sekitar pukul 15.00 WIB kemarin. Hj Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono finish sekitar 16.00 WIB.

Sanusi mengaku deg-degan sebelum tes psikologi. Rasa deg-degannya mirip seperti saat tes perguruan tinggi. Atau, saat tes baca Alquran di pesantren. “Jujur saya deg-degan. Karena ingat tes masuk perguruan tinggi. Juga, tes baca kitab di pesantren dulu,” terang Sanusi.

Meski deg-degan, Sanusi cukup lancar menyelesaikan tes. Tes psikologi terbagi menjadi dua. Yakni, tes tulis dan tes wawancara. Ada sekitar 500 pertanyaan tes tulis yang dijawab bakal paslon. Tes itu dibikin dan dipantau Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi). Pelaksanaan tes juga diawasi RSSA Malang.

Hj Lathifah Shohib pun menyebut, tes psikologi begini sudah pernah dijalaninya. “Dulu saat awal jadi anggota DPR RI juga tes begini. Jadi tidak asing. Saya menjawab sekitar 570-an pertanyaan tes tulis. Saya kerjakan selama kurang lebih 2 jam. Melelahkan. Tapi, tidak sulit,” ujar Lathifah.

Menurut Lathifah, tes sekarang lebih mendalam pertanyaannya. Bakal paslon menyelesaikan tes psikologi dalam tempo berbeda. Sebab, ada tes wawancara oleh HIMPSI. Satu per satu bakal paslon bergantian diwawancarai. Menurut Lathifah, bakal paslon dari daerah lain didahulukan. Misalnya dari Banyuwangi, Blitar hingga Jember.

Bakal paslon Pilkada Kabupaten Malang diwawancarai terakhir. “Saat tes wawancara, saya ditanya kegiatan di luar cabup. Saya cerita tentang profesi saya dulu, guru. 2007 saya diangkat ASN. 2013 saya pensiun dini karena dicalonkan partai. Saya dihubungi LPP DPP PKB untuk dicalonkan DPR. Itu semua saya ceritakan,” ujarnya.

Rangkaian tes sudah finish. Sekarang, KPU Kabupaten Malang tinggal menunggu hasilnya. Pengumuman baru dilakukan 11-12 September. “Dua bakal paslon yang mendaftar akan diberitahu RSSA Malang,” ujar Komisioner KPU Kabupaten Malang, Marhaendra Pramudya Mahardika kepada New Malang Pos.

Menurutnya, persyaratan kesehatan dan psikologi tak berarti bebas penyakit. Mahardika menegaskan, yang penting kegiatan fisik tak terhambat. Tes kesehatan juga untuk mengecek semua penyakit. Serta, apakah penyakit itu berpotensi menghilangkan kemampuan fisik. Minimal, penyakit tak menghambat kerja lima tahun ke depan.

“Mampu secara rohani jasmani itu tak berarti bebas penyakit. Juga, tak berarti bebas impairment atau kecacatan. Tapi, setidaknya dapat melakukan kegiatan fisik harian secara mandiri. Serta, tak ada penyakit yang menghilangkan kemampuan fisik calon,” tambah Mahardika.

“Juga, tak kehilangan kemampuan observasi, analisa dan membuat keputusan. Serta, bisa mengkomunikasikannya. Ini yang dicek di tes kesehatan dan psikologi,” sambung dia.  (fin/van)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here