new malang pos
Ilustrasi. Penyebab sakit perut bagian kiri atas bisa bermacam-macam, mulai dari yang ringan hingga kondisi yang bisa mengancam jiwa. (iStockphoto/yacobchuk)

NEW MALANG POS – Sakit perut di bagian kiri atas sering kali membikin waswas. Penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari yang ringan hingga kondisi yang bisa mengancam jiwa.

Untuk diketahui, sejumlah organ tubuh yang punya peran vital berada di sekitar area perut kiri atas. Beberapa organ tubuh itu di antaranya limpa, ginjal, pankreas, usus besar, dan paru-paru.

Dilansir dari CNN Indonesia, meski tak berada di perut kiri atas, namun beberapa kondisi jantung bisa menimbulkan gejala pada bagian tersebut.

Beberapa penyebab sakit perut bagian kiri atas dalam diatasi mandiri di rumah. Namun, beberapa yang lain memerlukan penanganan medis. Penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter jika rasa sakit yang muncul tak bisa dijelaskan, persisten, dan parah.

Berikut beberapa penyebab sakit perut bagian kiri atas, melansir Healthline.

1. Sembelit

Sembelit terjadi saat frekuensi buang air besar kurang dari tiga kali dalam sepekan. Sembelit menjadi penyebab paling umum dari rasa sakit pada perut sebelah kiri.

Perubahan gaya hidup dan olahraga secara teratur dapat membantu mengatasi sembelit. Konsumsi banyak serat dan jangan menunda keinginan untuk buang air besar.

2. Maag

Maag merupakan kondisi umum yang bisa memicu nyeri ringan pada perut hingga dada. Penyakit ini umumnya menimbulkan rasa sakit yang bisa terasa begitu tajam pada perut.

Beberapa orang dengan maag juga menggambarkan rasa mulas seperti sensasi terbakar.

Sakit maag ringan bisa diatasi dengan obat-obatan seperti antasida. Namun, jika maag terus berlanjut, Anda harus berkonsultasi dengan dokter. Rasa sakit pada maag menjadi salah satu gejala dari GERD.

3. GERD

GERD (refluks gastroesofagus) merupakan penyakit kronis yang menyerang sistem pencernaan. Refluks asam lambung yang terjad lebih dari dua kali dalam sepekan dapat mengindikasikan GERD.

Gejala-gejala umum yang muncul dari GERD di antaranya adanya regurgitasi, suara serak, nyeri dada, rasa sesak pada tenggorokan, batuk, bau mulut, dan sulit menelan.

Perawatan untuk GERD biasanya bervariasi tergantung pada keparahan gejala. Umumnya GERD diobati dengan perubahan gaya hidup dan obat-obatan.

Anda disarankan untuk mengonsumsi makan dengan porsi yang lebih sedikit, berhenti merokok, membatasi konsumsi alkohol, angkat kepala saat tidur, dan tidak berbaring 2 jam setelah makan.

4. Irritable bowel syndrome (IBS)

Irritable bowel syndrome merupakan kondisi kronis yang terjadi pada usus. Gejalanya bervariasi tergantung keparahan dan durasi.

Gejala IBS umumnya meliputi sakit perut atau kram yang biasanya dilengkapi dengan diare atau sembelit, lendir putih pada tinja, kembung, dan merasa buang air besar tak selesai.

Tak ada obat yang digunakan untuk mengatasi IBS. Pengobatan umumnya diberikan hanya untuk menghilangkan gejala.

Anda disarankan untuk meningkatkan asupan serat, tidur cukup, olahraga teratur, mengurangi stres, dan berlatih teknik relaksasi seperti meditasi untuk mengatasi IBS.

5. Radang usus

Inflammatory bowel disease mencakup segala gangguan yang menyebabkan peradangan pada saluran pencernaan. Yang paling umum adalah kolitis ulserativa dan Chrohn.

Gejala IBD meliputi kelelahan, demam, kram perut, diare, tinja berdarah, penurunan berat badan, dan kehilangan nafsu makan.

Sama seperti yang lainnya, mengubah gaya hidup seperti pola makan, olahraga, dan manajemen stres menjadi cara untuk mengatasi IBD.

6. Batu ginjal

Batu ginjal terjadi saat limbah menumpuk di ginjal. Hal ini terjadi karena tubuh tak memiliki asupan air yang cukup.

Gejala umum batu ginjal meliputi sakit yang tajam di perut dan punggung, rasa sakit saat buang air kecil, muntah, mual, dan darah pada urine.

7. Pankreatitis

Pankreatitis terjadi saat organ pankreas mengalami peradangan. Pankreatitis akut umumnya menimbulkan gejala sakit perut yang menyebar ke punggung, sakit perut setelah makan, demam, mual dan muntah, dan peningkatan denyut nadi.

Sementara pankreatitis kronis bisa menimbulkan gejala nyeri perut bagian atas, penurunan berat badan yang tidak disengaja, dan kotoran yang berbau serta terlihat berminyak.

8. Pembesaran limpa

Infeksi menjadi salah satu penyebab paling umum dari pembesaran limpa. Masalah pada hati seperti sirosis dan fibrosis kistik juga dapat menyebabkan pembesaran limpa.

Pembesaran limpa umumnya menimbulkan gejala merasa kenyang meski baru makan sedikit, sakit punggung kiri, sakit menyebar ke bahu, sering terinfeksi, sesak napas, dan rasa lelah.

9. Serangan jantung

Gejala paling umum dari serangan jantung adalah sesak napas, sakit dada sebelah kiri, rasa pegal, hingga rasa tertekan. Kondisi ini juga umumnya akan menyebar ke rahang, punggung, hingga leher.

Beberapa gejala serangan jantung lainnya di antaranya rasa lelah, pusing mendadak, mual, mulas, sakit perut, dan keringat dingin.

Segera dapatkan pertolongan medis jika sakit perut bagian kiri atas disertai sejumlah gejala di atas.

10. Angina

Angina merupakan kondisi yang berhubungan jantung dan dapat menyebabkan rasa sakit di area perut kiri atas. Angina terjadi saat darah yang mengalir ke jantung tidak cukup membawa oksigen. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa sakit di dada, rahang, punggung, bahu, dan lengan.

Gejala tambahan lainnya di antaranya sesak napas, pusing, mual, kelelahan, dan berkeringat.

Perlu diingat, angina bukan merupakan penyakit jantung. Angina merupakan gejala yang menunjukkan adanya masalah pada jantung. Segera hubungi dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. (asr/CNNI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here