New Malang Pos desa wisata
KEBUN DESA: Wali Kota Batu, Dra. Dewanti Rumpoko M.Si dan Wawali Ir. Punjul Santoso M.M meninjau pembangunan Kebun Desa ditemani Kades Tulungrejo, Suliono di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu Jumat (10/7). (Foto: NMP-Kerisdianto)

NEW MALANG POS, KOTA BATU-Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu segera mengembangkan Desa Wisata ‘Kebun Desa’. Pengambangan desa wisata tersebut menjadi program multiyears yang bakal menghabiskan anggaran mencapai Rp 60 miliar.

Pembangunan Desa Wisata tersebut mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Batu. Terbukti pada Jumat (10/7) kemarin, Wali Kota Batu, Dra. Dewanti Rumpoko M.Si dan Wakil Wali Kota Batu, Ir. Punjul Santos M.M meninjau langsung pembangunan Desa Wisata yang mengusung konsep wisata edukasi pertanian.

“Ini view dan potensi yang luar biasa yang dimiliki oleh Desa Tulungrejo. Tanah Kas Desa (TKD) seluas sembilan hektare ini berpotensi untuk dikelola Bumdes sebagai desa wisata dan saya melihat ini prospeknya luar biasa ketika dilakukan dengan serius,” ujar Dewanti kepada New Malang Pos.

Lebih lanjut, ia menjelaskan sesuai paparan Kepala Desa Tulungrejo Suliono, pembangunan Desa Wisata ‘Kebun Desa’ diprogramkan multiyears. Meski begitu, Dewanti mengungkapkan dalam pelaksanaanya tidak menutup kemungkinan dana pembangunan sekitar Rp 60 miliar dari penggalian dana-dana dari masyarakat.

“Nanti kami pelajari, apakah nanti multiyears sampai berapa tahun atau kemudian bekerjasama dengan pihak ketiga atau bagaimana. Tetapi ini harus dijadikan program yang bisa meningkatkan ekonomi Desa Tulungrejo. Itu yang penting,” bebernya.

Untuk memaksimalkan program tersebut, Pemkot meminta agar pemerintah desa melakukan pelebaran jalan. Dewanti meminta agar Pemdes segera membuat proposal agar bisa disupport oleh pemerintah kota. Bisa melalui PAK atau akan dibicarakan lebih lanjut di tahun 2021.

“Karena itu saya minta destinasi wisata untuk dibantu pembangunan jalan. Kemudian di PAK bisa mulai gerak untuk mendukung infrastuktur jalan, destinasi wisata desa, jalan-jalan tembus, hingg PJU,” ungkap orang nomor satu di pemerintahan Kota Batu ini.

Menurut Bude, sapaan akrabnya, dalam proses pembangunan ada beberapa kendala. Menurutnya, tersebut bukan hanya dana yang besar, tetapi SDM yang mengelola agar disiapkan.

“Sambil jalan akan dijaring orang-orang yang mengoperasikan dibekali dengan manajemen segala sesuatunya. Kalau bisa belajar di tempat lain kalau perlu. Ini supaya bisa berjalan dengan bagus,” tegasnya.

Dewanti juga menambahkan, ketika Kebun Desa mulai beroperasi, nantinya bisa dikelola bersama. Mengingat Desa Tulungrejo telah meminta agar dilakukan pemekaran wilayah menjadi dua. Nantinya bakal dinamai Desa Tulungrejo dan Desa Junggorejo.

Sementara itu, Kepala Desa Tulungrejo, Suliono menerangkan wisata edukasi pertanian tersebut berfokus pada pertanian apel. Hal ini, menyesuaikan dengan potensi Desa Tulungrejo yang mayoritas penduduknya bertani apel.

“Karena ini berbasisnya apel, maka harus ditata dengan konsep wisata edukasi pertanian berbasis apel. Nantinya harus ditata seperti di luar negeri. Sehingga sangat butuh dukungan dari pemerintah kota,” terang Suliono.

Selain wisata edukasi pertanian, pihaknya juga akan menambah beberapa fasilitas permainan seperti waterboom, permainan anak, pertanian ramah lingkungan. Mengingat luas lahan untuk Kebun Desa sekitar 8-9 hektare.

Untuk anggaran, ditegaskannya bakal menggunakan ADD secara bertahap atau multiyears. Seperti perencanaan awal sekitar bakal menghabiskan anggaran senilai Rp 60 miliar.

“Targetnya tidak mungkin dalam lima tahun. Paling tidak minimal enam tahun, itupun kalau dananya lengkap. Inginnya konsepnya seperti Selecta. Ini jadi yang kedua sebagai destinasi wisata yang didominasi alam,” terangnya.

Untuk sementara ini, proses pembangunan sudah mulai berlangsung. Pembangunan awal seperti fasum pintu masuk, jalan, toilet, dan gudang besar. Anggaran yang dikucurkan untuk beberapa pembangunan sejumlah Rp 750 juta dari dana SiLPA Desa tahun 2019 dan ditambah Rp 500 ADD tahun 2020.

Dalam waktu dekat, beberapa pembangunan seperti fasilitas playground dan cafe bisa diselesaikan. Sehingga masyarakat bisa berwisata di Kebun Desa paling tidak akhir tahun ini. (eri/jon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here