firman-tes UTBK UB new malang pos
Pendataan peserta UTBK di Universitas Brawijaya. (foto: NMP-Muhammad Firman)

NEW MALANG POS- Wali Kota Malang Sutiaji juga meninjau pelaksanaan UTBK di UM kemarin. Kunjungan tersebut untuk memastikan protokol pencegahan Covid-19. Di UM, Sutiaji tinjau sebelum sesi kedua berlangsung. Sutiaji mengecek satu per satu ruang ujian dan ruang transit di salah satu gedung UM.

“Saran saya jangan ada kerumunan orang di pintu masuk dan keluar kampus. Tadi saya minta bantuan ke Satpol PP dan satpam di masing-masing perguruan tinggi untuk menghalau PKL, karena berpotensi mengundang kerumunan,” ujar Sutiaji kepada New Malang Pos.

Berdasarkan tinjauan hari pertama pelaksanaan UTBK Sutiaji memaparkan kedua perguruan tinggi telah memberlakukan physical distancing dengan baik. Termasuk dari segi sterilisasi sesuai protokol Covid-19.

Namun UTBK juga dimanfaatkan PKL untuk berjualan. Sebab selama pandemi Covid-19 mereka tidak lagi berjualan. Namun ini yang harus dijaga oleh perguruan tinggi agar tidak sampai terjadi kerumunan.

“Ini ada kerumunan dimanfaatkan untuk jualan, Namun karena ini masih musim pandemi tetap dijaga apalagi mereka dari luar kota, yang kami lakukan adalah tindakan preventif saja,” paparnya.

Protokol Covid-19 saat pelaksanaan UTBK di UM berjalan lancer. Semua peserta mengenakan masker, datang tepat waktu. Tidak ada peserta dengan suhu tubuh tidak normal. Protokol kesehatan diterapkan secara ketat. Pihak kampus tidak mengizinkan pengantar ujian masuk UM.

Rektor UM Prof. Dr. AH. Rofi’uddin, M.Pd mengatakan, peserta UTBK di drop di pintu masuk yang telah disediakan. Yakni ada empat gerbang utama untuk akses masuk dan keluar.

“Jadi masuknya juga sudah teratur, InsyaAllah kalau standar kesehatan bisa kami terapkan secara penuh, cuci tangan juga sudah kami sediakan. Kami sampaikan kepada Pak Wali untuk Satpol PP bergerak. Kami sudah meminta menjauh tetapi balik lagi,” ungkap Rofi’uddin.(imm/lin/van)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here