16 Bulan Momen Menyedihkan

Pemain Arema FC Rizky Dwi Febrianto berharap kompetisi segera bergulir. (NMP-Ipunk purwanto)

MALANG, NewMalangPos – Maret 2020 adalah kali terakhir pesepakbola Indonesia berkompetisi di level profesional.

16 bulan kemudian atau sampai Juli 2021, kompetisi masih belum menemui kejelasan. Penggawa Arema FC ingin momen menyedihkan ini segera berakhir

Bek kanan Arema FC Rizky Dwi Febrianto menceritakan ketidakjelasan kompetisi merupakan salah satu momen tersedihnya selama berseragam Singo Edan. Harapannya sama dengan pesepakbola lain, yaitu kompetisi segera bergulir.

“Momen sedihnya waktu saya mengalami cedera. Saya juga jauh dari keluarga dan teman-teman kampung. Terus dalam kondisi kayak gini, kompetisi belum digulirkan. Mudah-mudahan bisa bergulir lagi,” terangnya.

Baca Juga :  Konsistensi Benteng Terakhir

Padahal Rizky sudah tidak sabar debut bersama Arema FC di Liga 1. Sejak datang pada bulan September 2020, Rizky sudah kenyang dengan janji kompetisi dimulai. Harapannya sempat membaik saat Piala Menpora 2021 diputar dan ia bisa bermain. Namun menjelang Liga 1 musim 2021, kompetisi kembali mandek.

Bek kiri senior Arema FC Johan Alfarizi juga berharap yang sama. Dia ingin secepatnya kompetisi segera bergulir. 

“Yang dirasakan pemain saat ini sudah sangat ingin bermain sepak bola. Semoga kompetisi juga segera mulai kembali,” katanya.

Pemain yang akrab disapa Jhon itu menjadi perwakilan pemain Arema FC di surat terbuka APPI (Asosiasi Pemain Profesional Indonesia). Dia bersama 17 pemain perwakilan tim-tim Liga 1 menandatangani surat yang ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Baca Juga :  Alan Bidi Beri Kode Berlabuh ke Arema FC

Dalam surat tersebut, pesepakbola Indonesia berharap kompetisi segera diputar seperti biasa. Tidak masalah bagi mereka sekalipun dengan protokol kesehatan yang ketat. Keinginan mereka hanya satu, yaitu kompetisi bergulir.

“Bapak presiden yang kami hormati, izinkan kami, para pesepakbola Indonesia menyampaikan kegelisahan kami selama 16 bulan ini dikarenakan tidak adanya kompetisi sepak bola. Sebuah penghidupan bagi kami karena bermain sepakbola bukan sekadar hobi yang dibayar, namun merupakan profesi yang memberi kehidupan,” isi penggalan surat dari paragraf kedua.

Baca Juga :  Fisik Sergio Sudah Ready

Apalagi saat ini, Jhon dan mayoritas pesepakbola Indonesia lainnya juga sudah mengikuti anjuran pemerintah. Selama latihan sampai pelaksanaan turnamen pramusim Piala Menpora 2021, mereka rela mengikuti protokol kesehatan super ketat yang tidak biasa. Penggawa Arema FC bahkan sudah menjalani vaksinasi.

“Kita sudah divaksin dan melaksanakan protokol kesehatan. Sepakbola juga merupakan hiburan buat masyarakat. Mereka bisa tetap di rumah sambil menonton televisi,” katanya. (abr/jon)

artikel Pilihan