11 Tahun Status Quo, Pasar Blimbing Butuh Perbaikan

MINTA KEJELASAN NASIB: Perwakilan pedagang Pasar Blimbing kembali mengadukan nasibnya ke pimpinan DPRD Kota Malang untuk mendesak kejelasan status pasar yang 11 tahun tanpa ada sentuhan pembangunan dan perbaikan.

Pasar Makin Kumuh Tidak Terawat

NEW MALANG POS- MALANG – Pedagang Pasar Blimbing Kota Malang kembali meminta kejelasan nasib pasar kepada pemerintah Kota Malang. Selama sekitar 11 tahun tanpa ada kejelasan hukum dan pembangunannya. Akibatnya, pasar semakin kumuh karena tidak tersentuh pembangunan atau perbaikan.

Kurang lebih 20 perwakilan pedagang yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Pasar Tradisional Blimbing melakukan audiensi dengan DPRD Kota Malang, Senin (27/9).

Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika didampingi anggota Komisi B DPRD Kota Malang menerima audiensi tersebut. Keluh kesah hingga tuntutan disampaikan perwakilan pedagang.

Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Tradisional Blimbing Bawon Mujiono Slamet menyampaikan bahwa stagnansi atau statu quo pengerjaan revitalisas Pasar Blimbing dirasa sangat merugikan pedagang Pasar Blimbing.

Baca Juga :  Asal Punya Stiker Khusus, Bus Antarkota Bisa Beroperasi

“Dapat kami sampaikan sejak adanya status quo selama 11 tahun ini, kondisi Pasar Blimbing sangat tidak terawat. Kami tahu karena tidak adanya anggaran perawatan yang dialokasikan melalui APBD karena status quo ini. Tapi ini mengakibatkan omzet turun cukup signifikan bagi pedagang,” papar Bawon.

Dalam kondisi yang sangat memprihatinkan tersebut, selama ini, lanjut Bawon, pedagang tetap melakukan perawatan dan pembenahan secara swadaya. Seluruh pedagang tetap melakukan aktivitas dagang di Pasar Blimbing karena alasan ekonomi. Karena tetap harus beraktivitas dagang inilah, pedagang juga secara terpaksa harus tetap melaksanakan kewajiban untuk membayar pajak retribusi.

Baca Juga :  Belum Dipindah, Dua Puskesmas Pilih Diperbaiki

“Kami hanya berharap kejelasan nasib revitalisasi pasar kita ini jelas. Dan segera dilakukan revitalisasi agar tidak terus menerus memberatkan pedagang. Kami minta kejelasan PKS (Perjanjian Kerjasama) nya seperti apa sekarang dengan investor. Itu dulu,” tutur Bawon.

Mereka meminta DPRD Kota Malang dapat menyampaikan aspirasi yang disampaikan pada audiensi agar diteruskan ke jajaran eksekutif Pemkot Malang. Menanggapi aspirasi ini, Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika menjelaskan akan segera berkirim surat resmi kepada Pemkot Malang, khususnya kepada wali kota.

“Kami menerima aspirasi ini dan akan segera kami tindaklanjuti. Kami menyadari 11 tahun bukanlah waktu pendek bagi pedagang Pasar Blimbing. Maka dari itu secepatnya kita akan bantu cari solusinya,” tegas Made.

Baca Juga :  Sutiaji Pastikan Tidak Miliki Akun Facebook

Ia mengakui akan segera menjadwalkan pertemuan dengan pimpinan daerah Kota Malang dan perangkat daerah terkait untuk membahas khusus permasalahan Pasar Blimbing ini.

Meski begitu DPRD Kota Malang akan mendorong Pemda untuk bisa bersikap tegas dan cepat. Khususnya untuk mencari celah hukum, agar bisa memberi anggaran perawatan pada pasar tersebut. Made meyakini ada celah atau jalan yang bisa ditempuh untuk minimal bisa melakukan perawatan kecil di Pasar Blimbing.

“Memang yang urgent adalah perawatannya. Saya yakin meskipun masih di status quo, ada celah yang bisa ditempuh. Bagaimanapun pelayanan publik dan kepada masyarakat ini jauh lebih penting,” pungkas Made. (ica/aim)

artikel Pilihan