1001 Patung Edukasi Pilah Sampah, TPA Kota Batu Overload

LOKASI PATUNG: Sepanjang Jalan Panglima Sudirman akan menjadi lokasi penempatan 1001 Manusia Sampah saat peringatan HPSN 22 Februari mendatang. ( RANIA QONITA/ Malang Posco Media)

Malang Posco Media, KOTA BATU – Memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) pada 21 Februari mendatang, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu akan melakukan edukasi sampah. Caranya dengan  pembuatan 1001 manusia sampah yang akan ditempatkan di sepanjang Jalan Panglima Sudirman Kota Batu.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu, Aris Setiawan menargetkan pengurangan sampah hingga 24 persen di tahun 2022.

“Maka dari itu, kami adakan kegiatan terstandart rekor muri nasional dalam pengurangan sampah plastik. Yakni dengan pembuatan 1001 manusia sampah, terutama sampah plastik yang paling sulit dan paling lama terurai,” jelas Aris kepada Malang Posco Media, kemarin.

Kegiatan itu melibatkan para seniman di Kota Batu, Ekonomi Kreatif (Ekraf), siswa siswi sekolah dari SD hingga SMA melalui Dinas pendidikan Kota Batu. Jika ada keterlibatan dari pihak lain, DLH akan senantiasa menerima dalam hal pengurangan sampah.

Baca Juga :  PT KAI Wilayah Daop 8 Surabaya Turunkan Tarif Tes Antigen

“Dengan adanya 1001 manusia sampah ini akan melahirkan karya seni yang diciptakan oleh masyarakat itu sendiri. Mereka juga diedukasi langsung oleh seniman Maos Art yakni seniman yang ada di Kota Batu,” imbuh Aris.

Penggarapan manusia sampah ini sudah berlangsung sejak 1 minggu yang lalu. Untuk para siswa dikelola oleh kelompok yang terdiri 5 anggota yang juga dipandu oleh seniman Kota Batu.

“Diperkirakan akan banyak sekali sampah yang berkurang jika dijadikan patung seperti ini. Karena selama ini, pengurangan sampah di Kota Batu belum maksimal dan tidak menunjukkan pengurangan yang signifikan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Dandim 0818 Kabupaten Malang dan Kota Batu Harus Segera Adaptasi di Lingkungan Baru

Sejumlah program telah digalakkan DLH dalam mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam mengurangi sampah, salah satunya dengan memaksimalkan keberadaan Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS-3R)

“Karena tempat sudah overload, kita harus menarik permasalahan mulai dari hulu, yaitu rumah tangga dan industri. Dengan begitu diharapkan bisa mengurangi tumpukan sampah di TPA,” terangnya.

Pihaknya terus berusaha mengejar efektifitas TPS-3R agar sampah yang masuk ke TPA hanya sampah residu.Hal itu efektif mengurangi volume sampah yang terkirim di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sehingga masyarakat juga tergugah kesadarannya dalam mengelola sampah.

Tercatat tahun 2021 terjadi overload di TPA disebabkan sampah industri dan rumah tangga, juga disebabkan bencana yang melanda Kota Batu lalu. Dijelaskan pula, rata-rata dalam sehari sampah di Kota Batu bisa mencapai sekitar 70 ton.

Baca Juga :  Menjaga Cetak Biru Alun-Alun Tugu

Saat weekday, sampah organik mencapai 53,55 persen. Sedangkan sampah anorganik berkisar 46,45 persen. Sampah tersebut berasal dari pemukiman, jalan, toko, pasar, hotel, resto, dan taman.

Gerakan pilah sampah dari rumah mulai digencarkan untuk membangun kesadaran masyarakat memilah sampah rumah tangga, diantaranya sampah organik dan yang bisa didaur ulang. Sampah yang sudah dipilah masyarakat akan dikumpulkan ke bank-bank sampah. Di sana, sampah bernilai ekonomi seperti botol plastik, kardus dan lain-lain bisa dijual kembali. (ran/aim)

artikel Pilihan