1.876 Tenaga Keagamaan di Mojokerto Diberi BPJS Ketenagakerjaan

Foto: Pemkot Mojokerto

Jakarta, NEW MALANG POS – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari memberi jaminan BPJS Ketenagakerjaan untuk 1.876 tenaga keagamaan yang ada di Kota Mojokerto. Tenaga Keagamaan tersebut  adalah guru TPQ sebanyak 778 orang, muazin dan tenaga kebersihan masjid sebanyak 93 orang, takmir musala sebanyak 284 orang, pemandi jenazah sebanyak 254 orang, penjaga makam sebanyak 65 orang, guru sekolah minggu sebanyak 120 orang, dan koster 26 orang.

“Total lebih dari 2600-an yang kami cover dengan jaminan kematian sebagai dana pensiun pada mereka yang telah mencurahkan energi, pikiran, dan waktunya secara sukarela membantu Pemerintah Kota Mojokerto. Sebagai bentuk ungkapan terima kasih kepada mereka, kami bentuk dalam sebuah regulasi yang mulai diterapkan tahun 2020 lalu,” kata Ika dalam keterangan tertulis, mengutip Detik News, Kamis (24/6).

Baca Juga :  Kasus Rebut dan Bakar Peti Jenazah COVID di Bondowoso, 2 Orang Positif

Regulasi tersebut dalam bentuk bantuan iuran daerah. Adapun iuran kepesertaan jaminan sosial dibayarkan oleh Pemkot Mojokerto yang termaktub dalam Peraturan Daerah Kota Mojokerto Nomor 9 tahun 2019 tentang Pengaturan Jaminan Sosial Daerah dan Peraturan Wali Kota Mojokerto Nomor 94 Tahun 2019 tentang Pelaksanaan Kepatuhan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

Ika berharap jaminan kematian BPJS Ketenagakerjaan dimanfaatkan bagi peserta yang memiliki putra dan putri masih sedang dalam pendidikan.

“Itu fokusnya diutamakan untuk biaya keberlanjutan pendidikan putra-putrinya. Jangan sampai dengan meninggalnya si pencari nafkah ini, pendidikan putra-putrinya terputus di tengah jalan. Karena kami ingin sumber daya manusia Kota Mojokerto ke depan memiliki peningkatan kualitas dan angka lamanya sekolah meningkat,” cetusnya.

Baca Juga :  Pernikahan Berujung Duka, Mempelai Wanita Meninggal Jelang Akad

Menurut dia, ketua RT dan ketua RW serta tenaga keagamaan merupakan ujung tombak yang selama ini bekerja secara sukarela untuk pemerintah Kota Mojokerto. Mereka memiliki fungsi informatif dan edukatif di lingkungannya.

“Mereka sebagai figure juga berperan mensukseskan program-program Pemkot. Dengan kepemimpinannya, mereka menunjukkan keteladannya dalam kegiatan sehari-hari dengan penuh kesadaran dan keikhlasan. Mereka merupakan tonggak di akar rumput karena telah membantu mensosialisasikan program Pemkot,” ujarnya.

Sebagai informasi, Pemerintah Mojokerto masuk nominasi 10 besar dalam Paritrana Award 2020 melalui program tersebut. Kota Mojokerto menjadi satu-satunya kabupaten/kota yang mewakili Provinsi Jawa Timur pada penganugerahan penghargaan jaminan sosial ketenagakerjaan Paritrana Award 2019 yang diinisiasi pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) bersama BPJS Ketenagakerjaan.

Baca Juga :  Ketahuan Buka di Atas Jam Malam, 4 Kafe di Blitar Ditutup

(ncm/dtk/mg1/ley/nmp)